Selalu ada jalan jika ada kemauan yang kuat

Selalu ada jalan jika ada kemauan yang kuat

Pasar malam dibuka di sebuah kota. Seluruh penduduk menyambutnya
dengan gembira. Ada berbagai macam permainan, stand makanan dan
sirkus. Tetapi kali ini yang paling istimewa adalah atraksi manusia
kuat.

Setiap malam ratusan orang menonton pertunjukkan manusia kuat. Ia bisa
melengkungkan baja hanya dengan tangan telanjang. Ia bisa
menhancurkan batu bata tebal dengan tinjunya. Ia mengalahkan semua
pria di kota itu dalam lomba panco. Tapi untuk menutup
pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia
memeras terus hingga tetes terakhir air jeruk itu terperas.
Kemudian ia menantang para penonton, “Barang siapa yang bisa memeras
hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini, akan
kuberikan dia uang satu juta.”
Kemudian naiklah seorang lelaki, atlit binaraga, ke atas panggung.
Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras… dan memeras… tapi tak
setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah
terperas habis. Ia gagal.
Beberapa pria kuat dari penjuru kota mencoba, tapi tak ada yang
berhasil. Manusia kuat itu tersenyum-senyum. Kemudian ia
berkata, “Aku berikan satu kesempatan terakhir. Siapa yang mau
mencoba?”
Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta
agar ia boleh mencoba.
“Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung.” Manusia kuat itu
membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-
gelak mengolok-olok wanita itu.
Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak
penonton yang menertawakannya.
Lalu wanita itu mencoba memeras dengan penuh konsentrasi.
Ia memeras…memeras… memeras dan “ting!” setetes air jeruk muncul
terperas dan jatuh membasahi lantai panggung. Para penonton terdiam
terperangah. Lalu cemoohan mereka segera berubah menjadi tepuk tangan
riuh.
Manusia kuat lalu memeluk wanita kurus itu, katanya, “Nyonya, aku
sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, ribuan
orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku
tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya kau satu-satunya yang
berhasil memenangkan hadiah itu. Boleh aku tahu, bagaimana kau bisa
melakukan hal itu?”
“Begini,” jawab wanita itu, “Jika suamimu sedang jatuh sakit keras
dan tak bisa bekerja mencari nafkah, sedangkan kau memiliki delapan
anak yang harus kau beri makan setiap harinya, lalu kau harus kuat
mencari uang meski hanya serupiah-dua rupiah, maka hanya memeras
jeruk untuk mendapatkan satu juta rupiah bukanlah hal yang sulit.”
“Bila anda memiliki alasan yang cukup kuat, anda akan menemukan
jalannya”, demikian kata seorang bijak. Seringkali kita tak kuat
melakukan sesuatu karena tak memiliki alasan yang cukup kuat.

Batu Kecil yang seringkali terabaikan

Batu Kecil yang seringkali terabaikan

Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok
yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan
pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya.
Pekerja itu berteriak-teriak,tetapi temannya tidak bisa
mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-
orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.
Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di
bawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan
temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu
lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi
usahanya yang keduapun memperoleh hasil yang sama.
Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu
melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai
kepala temannya, dan karena merasa sakit, temannya menengadah
ke atas? Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang
berisi pesannya.
Tuhan kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk
membuat kita menengadah kepadaNya. Seringkali Tuhan melimpahi
kita dengan rahmat, tetapi itu tetapi tidak cukup untuk membuat
kita menengadah kepadaNya. Karena itu, agar kita selalu mengingat
kepadaNya, Tuhan sering menjatuhkan “batu kecil” kepada kita.

Berpisah Penuh Makna

Berpisah Penuh Makna

Perpisahan menimbulkan banyak makna dan tanda tanya. Meninggalnya seseorang
terkadang menimbulkan tanya dari yang ditinggalkan, “Apa yang telah dia lakukan?
Apa yang sebaiknya akau lakukan?”

Demikian juga berpisahnya seseorang dari keluarga, saudara, teman, sahabat, atau
rekan kerja. Seringkali diikuti tangis yang menandakan kesedihan amat dalam
karena harus meninggalkan atau harus ditinggalkan, sementara setelah acara
perpisahan usai, sirna silaturahim. Tawa ejekan dan gunjingan yang tersisa. Atau
kita kebingungan mencari kata-kata dan hadiah yang cocok untuk orang yang akan
ditinggalkan atau yang akan meninggalkan.
Ada tiga hal positif yang bisa kita berikan ketika kita harus berpisah dengan
keluarga, saudara, teman, sahabat, atau rekan kerja untuk suatu waktu tertentu.
Tiga hal yang bisa melapangkan jalan kita selanjutnya, tanpa beban, dan memberi
kenangan yang bermanfaat sepanjang masa.
Pertama, ucapkan syukur kepada Tuhan karena diberi kesempatan berkumpul dan
bekerja sama dengan orang-orang yang kita tinggalkan. Berikan ucapan terima
kasih yang ikhlas kepada mereka atas kerja sama, nasehat, peringatan, koreksi
atau apa saja. Karena apa yang kita terima dari mereka, apakah itu kebaikan atau
keburukan, adalah ujian dari yang Maha Kuasa, bahkan mungkin peringatan yang
diberikan Nya melalui orang-orang disekitar kita. Dengan demikian berarti kita
memberikan penghargaan yang tak terhingga kepada mereka dan menimbulkan rasa
bangga bagi yang menerama ucapan terima kasih, dan itu bisa menimbulkan
semangat, motifasi, atau membesarkan hati.
Kedua, meminta maaf secara tulus kepada yang ditinggalkan. Karena setiap orang
yang terlibat dalam pergaulan, disengaja atau tidak pasti ada kesalahan yang
pernah dilakukan selama itu. Meminta maaf, adalah sebuah jalan untuk menetralkan
dan mencairkan persoalan. Meskipun meminta maaf tidak harus menunggu saat kita
akan berpisah, tetapi melakukan saat waktu-waktu seperti itu akan menimbulkan
kesan yang mendalam, karena siapa tahu ada kesalahan yang tidak kita sadari
telah terjadi, dan kita belum sempat minta maaf.
Ketiga, memberikan wasiat dan nasehat kebaikan. Budaya ketimuran kadang-kadang
kita risi untuk memberikan nasehat yang baik, apalagi saat kita hendak
meninggalkan suatu komunitas. Seringkali kita malah berbasa-basi bahwa semuanya
telah “running well”, sehingga tidak perlu lagi kita berpesan atau berwasiat.
Padahal sudah kewajiban manusia sebagai makhluk yang memberi kebaikan kepada
seluruh alam, untuk selalu berpesan kepada kebaikan. Jadi, sampaikanlah pesan
yang baik kepada mereka yang akan kita tinggalkan dan biarkan pesan itu menjadi
kenangan di hati yang selalu diingat dan tak terlupakan.
Jika kita mampu memberikan yang terbaik buat lingkungan kita, mengapa harus ragu
dan takut membuat perbedaan.

Berapa Banyak yang Telah Kau Berikan Untukku?”

Berapa Banyak yang Telah Kau Berikan Untukku?”

“Berapa banyak yang telah kau berikan untukku?” Satu pertanyaan yang sangat
akrab ditelinga kita dan mungkin sering kita tanyakan kepada orang lain baik
itu secara langsung maupun tidak langsung. Saya teringat sebuah ungkapan
kebijaksanaan yang sangat terkenal dari President Amerika Serikat, John F.
Kennedy yang berbunyi, “Jangan pernah tanyakan kepada Negara apa yang telah
Negara berikan kepadamu tetapi tanyakanlah pada dirimu apa yang telah engkau
berikan kepada Negara”. Kurang lebih demikianlah bunyinya.

Dalam menjalani kehidupan seringkali kita selalu mengungkapkan pertanyaan
itu. Dan mungkin setiap hari pertanyaan itu selalu muncul dalam segala aspek
kehidupan kita, soal pekerjaan, soal persahabatan dan tak luput juga soal
percintaan. Malahan terkadang pertanyaan itu semakin lengkap setelah kita
tambahi kalimat seperti, “Dibandingkan dengan apa yang telah kuberikan
kepadamu maka……” atau “Setelah segala sesuatu yang kulakukan untukmu
maka……” atau mungkin “Melihat semua pengorbananku untukmu maka……”.
Tanpa kita sadari telah banyak tekanan yang kita berikan dalam hidup kita
sendiri dan orang-orang yang ada disekitar kita. Pertanyaan diatas
seringkali juga kita sampaikan dalam bentuk lain, contohnya “Aku telah
menolongmu dan lihat apa yang kaulakukan padaku” atau “Masih tidak cukupkah
semua yang kulakukan untukmu” atau seperti ini “Aku sangat mencintaimu namun
mengapa kau menyakitiku”, dan masih banyak lagi bentuk-bentuk tekanan dan
tuntutan yang kita ajukan kepada orangyang ada disekitar kita yang tanpa
kita sadari telah memberikan tekanan dalam hidup kita sendiri.
Hakekat manusia adalah memiliki kelebihan dan kekurangannya. Setiap kita
tentu memilikinya. Namun terkadang kita seringkali melihat sesuatu atau
seseorang dari sudut pandang kita, dari kacamata kita sendiri tanpa pernah
menempatkan diri kita pada sudut pandang mereka. Memang benar bahwa lebih
mudah bagi kita untuk melihat keluar daripada melihat kedalam dan itulah
salah satu kelemahan mendasar yang dimiliki setiap manusia. Meminta atau
menuntut sesuatu merupakan salah satu sifat dasar alamiah yang ada dalam
diri setiap manusia. Sejak masih dalam kandungan secara langsung atau tidak
kita telah meminta dan menuntut dan hal itupun berlanjut hingga kita
melangkahkan kaki ke liang kubur.
Setiap kelemahan mendasar dan sifat dasar alamiah yang kita miliki adalah
sebagian dari elemen-elemen yang membentuk kita dan memberikan kita keunikan
sebagai seorang pribadi atau individu. Namun ada sebagian dari elemen-elemen
itu yang harus kita buang, ubah atau diperbaiki agar dapat memberikan
cirri-ciri menarik dalam kepribadian kita. Tentu hal ini akan sangat baik
dan penting bagi kita sebagai mahluk sosial dalam berinteraksi dengan dunia
yang ada disekitar kita.
Menuntut dan meminta adalah bias dari kebutuhan kita sebagai manusia akan
sesuatu baik itu bersifat materiil ataupun spiritual. Kebutuhan akan
perhatian, kasih sayang dan kebahagiaan adalah sebagian sebab hingga kita
memiliki tuntutan dan permintaan. Bukanlah hal yang salah jika kita meminta
dan menuntut sesuatu karena itu adalah salah satu sarana bagi setiap manusia
untuk merefleksikan kemanusiaannya. Ketidaksempurnaan segala sesuatu
termasuk kita manusia seringkali mengubah tuntutan dan permintaan itu
menjadi beban bagi kita, bagi orang lain dan bagi hubungan yang kita jalin
dan bangun dengan orang lain. Sehingga bukan kebahagiaan yang kita temukan
namun beban dan sakit hati yang selalu kita dapatkan dari semua permintaan
dan tuntutan itu. Jadi, bagaimana cara menyiasati agar sifat dasar meminta
dan menuntut itu dapat berubah dari kelemahan menjadi kekuatan kita?
“Lebih baik tangan diatas daripada tangan dibawah.” Ungkapan kebijaksanaan
abadi yang memiliki arti yang sangat dalam. Atau dengan bahasa lain dapat
disampaikan sebagai berikut, “Lebih baik memberi daripada menerima”. Inilah
hal yang paling penting yang harus kita bangun dalam jiwa kita. Bagaimana
menemukan kebahagiaan dengan lebih banyak memberi dari pada meminta? Tentu
bukan hal yang mudah untuk merubah pola pikir kita yang selama ini telah
tertanam dan terbentuk selama bertahun-tahun. Perlu kerelaan dan keterbukaan
hati untuk lebih banyak melihat keluar daripada melihat kedalam. Perlu
kemawasan diri untuk mau menempatkan diri dan melihat dari kacamata orang
lain.
Masih lebih baik kita bertanya pada diri kita “Seberapa banyak yang telah
kuberikan kepadanya?” dan jika kita belum menemukan kebahagiaan dan apa yang
kita harapkan dari orang itu maka cobalah untuk melihat dari sudut
pandangnya. Terkadang seseorang menyakitimu ataupun melukaimu bukan karena
dia sengaja atau tak peduli padamu ataupun tak mencintaimu serta tak ingat
akan setiap pengorbananmu namun terkadang banyak hal yang dia sebagai
manusia tak bisa membendungnya. Pasti ada alasan dibalik semua itu dan
itulah saatnya bagi kita untuk melihat dari kacamatanya dan merefleksikan
keadaan tersebut.
Jika kita memberi sepenuhnya dan dapat melihat serta mengerti akan seseorang
maka kita akan menemukan kebahagiaan dibalik ketidaksempurnaan. Dan mungkin
dengan semua itu kita dapat merubah seseorang itu sempurna bagi kita.
Ingatlah, setiap ungkapan kebijaksanaan diatas dan satu lagi, “Love is not
demanding but understanding”. Jadi, jika kau hendak memberi, berikanlah
tanpa pamrih dan jika kau mencintai, cintailah tanpa alasan. Itulah hakekat
kesejatian yang abadi dan niscaya jika kita telah dapat menyelaminya maka
kebahagiaan sejati akan menjadi milik kita.

Nikmati Indahnya Kehidupan Setiap Hari

Nikmati Indahnya Kehidupan Setiap Hari

“Life is not be endured, but to be enjoyed. – Hidup tidak untuk dipikul, tetapi untuk dinikmati.”
Hubert H. Humphrey, mantan wakil presiden & senator Amerika.
Setiap hari adalah hari yang sangat indah dan istimewa, di mana pun kita berada dan apa pun yang kita kerjakan. Kehidupan sehari-hari yang indah dan bisa kita nikmati tidak selalu terlihat cantik dan menyenangkan. Karena kehidupan kita ini adalah sebuah proses, yang penuh dengan dinamika, ketidakpastian, perubahan, dan pencobaan dalam bentuk suka maupun duka.

Dikisahkan tentang sebuah fenomena seorang wanita, sebut saja Susi.
Wanita tersebut berlibur bersama suaminya, Hidayat, ke Australia.
Susi sangat tertarik pada sebuah baju yang indah terbuat dari bulu biri-biri. Ia pun membeli baju tersebut dan merencanakan akan mengenakan baju itu bila putri sulungnya diwisuda tahun depan. Baju indah itu pun selalu terbalut plastik dan tergantung rapi di dalam lemari.
Susi sangat bergairah menunggu saat menghadiri acara wisuda itu.
Tetapi ternyata Ia mengalami kecelakaan 6 bulan sebelumnya. Susi terluka sangat parah, dan meninggal dunia saat itu juga. Baju indah itu pun tidak akan pernah dikenakan Susi, dan hari istimewa itu juga tidak akan pernah ada untuknya.
Kejadian tersebut adalah ilustrasi mengapa kita jangan berhenti dan memikirkan satu tujuan saja. Karena sebenarnya kita dapat menikmati setiap detik, menit atau setiap proses perjuangan sebelum berhasil mencapai tujuan. Saya mempunyai tiga tips sederhana supaya kita dapat menikmati indahnya kehidupan setiap hari.
Langkah pertama adalah mengerahkan seluruh kemampuan dan kekuatan kita untuk memilih. Menciptakan pilihan itu sangat penting, karena apa yang kita hadapi saat ini merupakan hasil dari pilihan kita di masa yang lalu. “The history of free men is never written by chance, but by choice. – Sejarah seorang manusia merdeka tidak pernah tercipta secara kebetulan, melainkan tercipta karena pilihan mereka sendiri,” kata Dwight D. Eisenhower.
Pilihan dan kemauan merupakan anugerah istimewa sebagai manusia. Bila kita sudah mampu menciptakan pilihan, berarti kita sudah memiliki kendali terhadap arah kehidupan dan menjadi tanggap akan apa yang harus kita kerjakan. Ketika kita memilih untuk selalu berpikir dan bersikap positif dalam memulai dan menyelesaikan tanggung jawab sehari-hari walau apa pun yang terjadi, berarti kita sudah memilih hari kita istimewa setiap hari.
Langkah kedua adalah menempatkan prioritas. Untuk itu kita harus sering-sering bertanya kepada diri sendiri, “Apa yang paling penting saya kerjakan hari ini? Apa yang harus saya selesaikan hari ini?”
Bila Anda selalu dapat menciptakan dan menjalankan prioritas dengan baik maka hal itu akan menjamin hari-hari Anda istimewa.
Setelah menempatkan prioritas, pastikan Anda fokus pada hari ini.
Kita memang memerlukan target jangka panjang, tetapi kita harus berfokus pada hari ini. Selesaikan tugas hari ini hingga tuntas. Jika Anda berusaha menunda, maka tugas-tugas yang harus Anda selesaikan akan kian menumpuk dari hari ke hari. Penyelesaikan tugas pada hari ini maka akan berdampak pada penyelesaian tugas jangka panjang juga.
Dengan melakukan apa yang terbaik pada hari ini, berarti Anda menjadikan hari ini istimewa.
Selain menggunakan ketiga tips tersebut setiap hari, milikilah rasa syukur dan kesadaran bahwa segala sesuatu yang kita temui setiap hari adalah hadiah (“present”) teristimewa dari Tuhan YME. Sebab tidak semua manusia mendapatkan anugerah kehidupan pada hari yang sedang kita rasakan saat ini. Lagipula, sebenarnya keindahan dan kenikmatan hidup hanya ada di dalam hati, tanpa harus dimengerti oleh pikiran kita. Bila Anda sudah memiliki rasa syukur dan kesadaran tersebut, maka hari-hari Anda akan jauh lebih menyenangkan.
Bila kehidupan kita saat ini mungkin masih nampak sebagai sesuatu yang mengecewakan dan tidak sempurna, tidak pernah ada kata terlambat menjadikan hari-hari kita selalu istimewa dan menyenangkan. “Tidak pernah terlambat untuk menjadi apa yang mungkin Anda capai,” kata George Elliot. Cobalah untuk melaksanakan langkah-langkah seperti yang saya uraikan di atas, sekedar untuk memastikan Anda pun bisa menikmati kehidupan ini setiap hari.

Jadilah Pelita dalam kegelapan

Jadilah Pelita dalam kegelapan

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya.
Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita.
Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja
buat saya! Saya bisa pulang kok.”

Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu,
biar mereka tidak menabrakmu.” Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa
pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak
si buta. Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan
buat orang buta dong!” Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.
Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta. Kali ini si buta
bertambah marah, “Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini
supaya kamu bisa lihat!” Pejalan itu menukas, “Kamu yang buta! Apa kamu
tidak lihat, pelitamu sudah padam!” Si buta tertegun.. Menyadari situasi
itu, penabraknya meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’, saya tidak
melihat bahwa Anda adalah orang buta.” Si buta tersipu menjawab, “Tidak
apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.” Dengan tulus, si
penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun
melanjutkan perjalanan masing-masing.
Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta
kita. Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun,
“Maaf, apakah pelita saya padam?” Penabraknya menjawab, “Lho, saya justru
mau menanyakan hal yang sama.” Senyap sejenak. secara berbarengan mereka
bertanya, “Apakah Anda orang buta?” Secara serempak pun mereka menjawab,
“Iya.,” sembari meledak dalam tawa. Mereka pun berupaya saling membantu
menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.
Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia
menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun
berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta. Timbul pikiran
dalam benak orang ini, “Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya
bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat
jalan mereka.”
Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan
kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan,
melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!).
Si buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin,
keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang
lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya
sendiri. Dalam perjalanan “pulang”, ia belajar menjadi bijak melalui
peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati
karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain.
Ia juga belajar menjadi pemaaf.
Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran,
yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk “membuta” walaupun mereka
bisa melihat.
Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang
sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka
bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta,
sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu.
Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita.
Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat
pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya
untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana.
Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya
memiliki pelita kebijaksanaan.
Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah, apakah
nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA, bagi diri
kita sendiri dan sekitar kita.
Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan: Sejuta pelita dapat dinyalakan
dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. Pelita
kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi.
Bila mata tanpa penghalang, hasilnya adalah penglihatan. Jika telinga tanpa
penghalang, hasilnya adalah pendengaran. Hidung yang tanpa penghalang
membuahkan penciuman. Pikiran yang tanpa penghalang hasilnya adalah
kebijaksanaan.

Teruslah Berlari

Teruslah Berlari

”Ingatkah kawan kita pernah saling memimpikan. Berlari-lari ’tuk wujudkan kenyataan. Lewati segala keterasingan. Lalui jalan sempit yang tak pernah bertuan.”
– Pas Band feat. Tere dalam ‘Kesepian Kita’
HARI sudah gelap. Sebagian lampu-lampu di stadion telah dipadamkan. Pertandingan lari marathon memang sudah lama berakhir. Tiga peraih medali, sudah berganti baju. Pesta di antara mereka sudah berlangsung. Di lapangan, meski masih tersisa beberapa pertandingan atletik, namun penonton sudah tidak sebanyak siang sebelumnya.
Setelah lewat satu jam setelah lomba usai, tiba-tiba penonton dikejutkan pengumuman oleh panitia dari pengeras suara. Pertandingan ternyata belum usai. Masih ada satu pelari lagi yang akan memasuki stadion. Gemuruh tepuk tangan pun membahana di stadion saat seorang pelari mulai memasuki stadion. Para penonton berdiri dan memberikan standing ovation pada pelari bernomor 36 itu.
Langkah sang pelari tak mulus lagi. Bahkan langkahnya sempat terhenti saat memasuki pintu stadion. Sejenak dia tampak meringis menahan sakit, tapi tekadnya sungguh mengalahkan segalanya. Dengan kaki terbebat perban, dengan langkah yang tak sempurna, dia menuju garis finish pada lintasan lari tersebut.
Beberapa menit kemudian, dia pun menyempurnakan tugasnya. Dia menjadi pelari terakhir yang sanggup menyelesaikan jarak 42 kilometer. Pelari asal Tanzania itu menjadi pelari ke 57. Sebelas lainnya memilih menyerah dan ogah menuntaskan pertandingan. Walau menjadi pelari paling buncit, toh sejarah mencatatnya sebagai pelari berhati baja, kukuh bagai karang dalam mengemban sebuah tugas. Tak aneh bila gelar ’a King without crown’ atau ’Raja Tanpa Mahkota’ disematkan padanya.
Itulah sekelumit peristiwa yang terjadi di Mexico City, 42 tahun silam. Saat itu, Meksiko menjadi tuan rumah Olimpiade yang ke 19. Adalah John Stephen Akhwari, pria kelahiran pada 1938 di Mbulu, Tanganyika, Tanzania, membuat catatan penting yang akan dikenang sepanjang masa.
Saat bendera dikibarkan, saat lomba baru dimulai beberapa saat, Akhwari telah terhadang cedera. Pria berkulit legam itu terjatuh, yang menyebabkan ia terluka parah. Akhwari mengalami lepas engsel pada sendi lututnya. Sakit? Jangan ditanya. Rasa nyeri bersarang dilututnya. Akibat lukanya, Akhwari mengalami demam hebat. Pihak panitia pun menyarankan agar ia mengundurkan diri dari lomba. Tapi Akhwari malah memutuskan untuk terus berlari dan melanjutkan perlombaan. Sambil mengatasi rasa nyerinya, Akhwari terus berlari hingga mencapai finish.
Setelah usai, Akhwari ditanya oleh wartawan mengapa ia terus berlari. Akhwari menjawab sederhana, “Negaraku tidak mengirim aku sejauh 5000 mil ke Mexico City untuk memulai perlombaan. Mereka mengirim aku untuk menyelesaikannya.”
Akhwari tak ingin mengecewakan negara dan seluruh rakyat Tanzania. Karena Akhwari berangkat mengikuti Olimpiade tersebut menggunakan uang yang berasal dari rakyat Tanzania. Negaranya tidak mengirimkannya untuk hanya memulai lomba, tapi juga untuk mengakhirinya. Ribuan dollar uang rakyat harus disisihkan untuk memberangkatkan seorang atlet ke Olimpiade. Tak pelak, Akhwari memberikan inspirasi bagi banyak orang. Bukan karena ia meraih emas. Tapi karena dedikasinya menyelesaikan lomba walau dalam keadaan luka parah.
Dedikasi Akhwari, membuat namanya digunakan oleh ’John Stephen Akhwari Athletic Foundation’, sebuah organisasi yang mendukung pelatihan atlet Tanzania untuk Olimpiade. Akhwari juga diundang untuk Olimpiade tahun 2000 di Sydney, Australia. Dan kemudian juga muncul di Beijing sebagai duta dalam persiapan untuk Summer Olympics 2008.
Kisah Akhwari tak bisa dilakukan banyak orang. Bisa jadi hanya dialah sendiri yang mampu melakukannya. Namun bagi kita, perjuangan Akhwari tetap menjadi istimewa. Dia tidak hanya menanamkan mimpi di kepalanya untuk menjadi terbaik, tapi juga mencapainya dengan semaksimal mungkin.
Hambatan yang ada hanyalah riak kecil yang harus dihadapi dan ditaklukkan. Sejatinya hambatan yang ada di depan mata bukanlah rintangan, melainkan tantangan. Bagaimana kita bisa menaklukkannya adalah tergantung pada niat dan keinginan yang kita miliki. Akhwari dengan tekad yang kuat, dan keteguhannya mengemban amanat adalah sebuah dorongan yang teramat dahsyat untuk menaklukkan semua masalah. Teruslah berlari menggapai mimpi-mimpimu.

Mentalitas Penemu

Mentalitas Penemu

Mungkin Anda pernah melihat suatu jenis penutup telinga yang disebut `earmuff’. Basanya, jenis penutup telinga ini banyak dipakai di saat-saat musim salju dengan bahan yang empuk sehingga menutup telinga jadi nyaman. Nah, bagaimanakah earmuff pertama ditemukan? Earmuff, pertama kali ditemukan oleh seorang anak berusia 13 tahun bernama Chester Greenwood di bulan Desember yang dingin di tahun 1873.Saat itu, Chester yang hobi ice-skating di luar, merasa bahwa kupingnya kedinginan. Maka, untuk membuatnya bisa bertahan, ia meminta bantuan neneknya yang kemudian menggunakan kawat dengan diberi kapas penutup di kedua ujungnya untuk melindunginya telinganya. Awalnya ia ketawain habis-habisan oleh teman-temannya. Tapi, saat teman-temannya mulai melihat dia justru bisa bertahan ice-skating lebih lama di luar, mulailah teman-temannya memintanya untuk membuatkan buatnya. Di usia yang ke-17, Chester mematenkan penemuannya dan hingga 60 tahun kemudian, perjalanan hidupnya Chester Greenwood adalah membuat earmuff.
Atau, Anda mungkin masih ingat dengan berbagai iklan tentang plester untuk luka. Masih ingat kan dengan iklan tentang anak yang bersepeda, terjatuh dan terluka. Lantas, oleh orangtuanya diberikan plester penutup lukanya. Nah, bagaimanakah penemuan plester luka ini terjadi? Ternyata, plester luka itu pertama kali diinpirasikan oleh seorang koki wanita yang tidak berpengalaman bernama Earl Dickson. Karena kurang trampil, ia seringkali memotong jarinya sendiri saat potong sayur. Akhirnya, oleh suaminya Dickson, yang saat itu bekerja di Johnson and Johnson, ia membuatkan semacam penempel yang dikasih pembalut yang akan segera bisa dipakai saat istrinya terluka. Ternyata, upaya menolong istrinya ini menjadi cikal bakal penemuan plester luka yang luar biasa.
Begitupun, seorang pembuat permen coklat bernama Clarence Crane, selalu menemukan bahwa coklatnya selalu lumer di saat-saat hari yang panas. Pernah suatu kali, saat sedang mengirim coklatnya, semua coklatnya lumer di alat angkutan sehingga pelanggannya marah-marah. Hal paling buruk terjadi di tahun 1913, ketika para pelanggannya menghentikan pesanan permen coklatnya sampai masalah lumernya coklat bisa teratasi. Akhirnya, untuk mengatasi masalah ini, Clarence mulai memeras otak memikirkan apa yang harus diperbuat untuk menyelamatkan bisnisnya. Akhirnya, Clarence mulai bereksperimen dengan permen yang bisa dibuat lebih keras. Masalahpun muncul, karena yang tersedia saat itu adalah mesin-mesin pembuat obat-obatan. Akhirnya, dengan cerdik, Clarence membuatkan permen yang lebih keras, yang kecil tetapi plus lubang putih ditengahnya (akibat cetakan mesin obatnya). Akhirnya, inilah cikal bakal permen terkenal ya luar negeri, permen ini disebut sebagai life savers.
Peristiwa Sehari-hari Menjadi Inspirasi
Pembaca, berbagai contoh penemuan di atas adalah kisah penemuan yang berawal dari pengalaman sehari-hari. Berbeda dengan para ahli dan penemu yang berkutat di laboratotium atau lokasi riset yang memang dikhususnya untuk mendesain penemuan, rata-rata mereka menemukannya dalam perisitiwa sehari-hari. Mereka justru mendapatkan idenya dari pengalaman, dari peristiwa serta masalah yang mereka hadapi sehari-hari. Tetapi, justru itulah yang menarik, oleh karena ditemukan dari kehidupan sehari-hari, alat-alat yang mereka temukan pun seperti earmuff, plester luka maupun permen life savers di atas, menjadi barang yang praktis dan dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari serta praktis.
Termasuk diantaranya pula contoh penemuan praktis yang terkenal yakni penemuan penting yang berasal dari seorang pelukis gagal, yang kemudian menjadi seorang sekretaris. Semuanya, dimulai dari persoalan yang sepele. Setiap kali salah mengetik, ia selalu merasa kesulitan. Akhirnya, mulailah ia menggunakan kemampuan mengecatnya untuk menutup kesalahan pengetikan di mesin tiknya. Tidak disangka-sangka bahwa idenya ini kemudian menjadi inspirasi untuk membuat cairan pemutih yang banyak dipakai untuk mengkoreksi tulisan. Dialah Bette Graham. Dan di tahun 1980, perusahaan pembuat cairan putih untuk koreksi kesalahan itu akhirnya terjual lebih dari 47 juta dollar. Sebuah angka yang fantastis, untuk sebuah penemuan yang begitu kebetulan.
Melatih Mata Inspirasi Kita
Masalahnya, dengan mencermati pengalaman para penemu `kebetulan’ di atas, bisakah kita pun memiliki pengalaman seperti itu. Menurut Thomas Alva Edison, yang seumur hidupnya pernah mematenkan lebih dari 1.093 jenis paten, ia mengatakan bahwa pada dasarnya hampir setiap orang punya kesempatan untuk sukses sepertinya. Salah satu problemnya, adalah bagaimana seseorang cara memandang melihat peristiwa sehari-hari dan menganalisa pengalamannya.
Kebanyakan dari kita saat melihat permasalahan dan problem yang kita hadapi, biasanya adalah mengeluh, menyalahkan ataupun mengkritik. Akibatnya, yang seringkali terjadi, masalah-masalah dari kehidupan kita, justru melemahkan dan tidak menginspirasi. Kita pun lebih banyak menyalahkan situasi dan melihat persoalan sebagai sebuah kemalangan, bukan sebagai keberuntungan. Saat kita melihat itu sebagai ketidak beruntungan, maka diri kita pun merasa tidak berdaya dengan masalah yang kita hadapi (helpless). Dan lebih parahnya lagi, diri kita pun bahkan jadinya tidak tertarik sama sekali untuk melakukan sesuatu untuk memperbaiki situasi (effortless) . Akhirnya, peristiwa ataupun masalah yang kita hadapi pun menjadi sesuatu yang tidak memberdayakan, malah cenderung mencelakakan.
Tidak Menyerah Dulu Pelajaran penting yang bisa kita dapatkan dari beberapa penemuan di atas adalah ketidakinginan mereka untuk menyerah dengan situasi. Andaikata nenek Chester Greenwood menasihatinya untuk mengurangi niatnya lebih lama ber-ice skating, sementara Dickson menasihati istrinya untuk berhenti jadi koki, mungkin berebagai penemuan-penemuan tersebut tidak akan pernah terjadi.
Belajar dari berbagai pengalaman tersebut, salah satu mental penting untuk memiliki mental penemu adalah melihat masalah, lantas dengan gigih berupaya memikirkan berbagai cara untuk mengatasi masalah tersebut. Dan ternyata, dari berbagai alternatif yang dipilih tersebut, beberapa diantaranya berubah menjadi penemuan yang berharga. Dengan demikian, pengalaman penemuan ini memberikan kepada kita pembelajaran agar jangan berpikir untuk mengganti masalah tetapi gantilah solusinya. Berbagai problem dan masalah akan tetap terjadi dalam kehidupan kita, tetapi bagaimanakah kita berupaya mencari solusinya, itulah akhirnya akan berdampak munculnya alternatif solusi yang lebih baik. Bahkan beberapa diantaranya, tak jarang berujung pada penemuan-penemuan yang tak terduga.
Latar Belakang Beda Justru Berguna
Ternyata, banyak penemu yang berlatar belakang berbeda dengan apa yang ditemukannya. Sama seperti cairan putih pengkoreksi kesalahan yang ditemukan oleh seorang sekretaris berlatar belakang seniman. Begitu pun pisau lipat serbaguna yang ditemukan oleh seorang pemancing ataupun sistem telepon langsung yang justru ditemukan oleh seorang penjual peti mati! Berbagai kejadian ini memberi inspirasi bahwa semakin berbeda latar belakang seseorang maka semakin besar peluang untuk menemukan ide-ide kreatif untuk memecahkan sebuah masalah.
Masalah terbesar dengan orang-orang yang terjebak dan ruitinitas dan pekerjaannya sehari-hari dengan `nrimo’ dengan apa yang menjadi problem kesehariannya adalah ketumpulan mereka dalam berpikir. Saat ditanya bagaimana mereka akan memecahkan problemnya, mereka biasanya akan memberikan respon,”Memang udah begini masalahnya. Dan inilah yang harus kamu terima!”. Dan akibatnya merekapun tidak melihat adanya masalah yang harus dipecahkan. Bayangkanlah kejadiannya mirip seperti kejadian Bette Graham yang mungkin telah dinasihati berkali-kali, “Sebagai sekretaris kamu harus mengetik hati-hati, karena kalau salah maka kamu mesti mengulanginya lagi dari awal”. Bayangkanlah kalau Graham Bette kemudian menerima kondisi ini sebagai kenyataan yang harus diterima setiap sekretaris, maka dunia tidak akan pernah diuntungkan oleh penemuannya. Tetapi, justru karena latar belakangnya sebagai pelukis, memberikannya keuntungan. Akhirnya, kebiasaan mencampur catpun dipakainya sebagai sebuah ide untuk mengkoreksi tulisan yang salah.
Dengan demikian, semoga tulisan kali ini menginspirasi kita untuk belajar melihat peluang `penemuan’ baru dari kejadian yang kita alami sehari hari. Pertama, jangan lagi melihat masalah sebagai sesuatu yang celaka. Kedua, perbesar mata Anda untuk melihat alternatif dan ketiga, jutsru gunakan ilmu dan pengetahuan yang lain dalam melihat permasalahan yang Anda alami sekarang. Selamat menemukan hal-hal baru.

Bicara Dengan Bahasa Hati

Bicara Dengan Bahasa Hati

Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta.
Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.
Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.

Semua itu haruslah berasal dari hati anda.
Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula.
Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa tajam otak anda, namun juga betapa lembut hati anda dalam menjalani segala sesuatunya.
Anda tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya dengan
merengkuhnya dalam lengan yang kuat. Atau, membujuknya dengan berbagai
gula-gula dan kata-kata manis. Anda harus mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang jauh di dalam dada anda.
Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada keberhasilan anda

Membayar Harga Sebuah Cita-cita

Membayar Harga Sebuah Cita-cita

Mari belajar dari kisah pengembaraan Jenderal Sun Tzu. Bertahun-tahun
mengembara, Sun Tzu telah mengalami banyak sekali kejadian. Ia pernah
menjadi budak, pelayan, pedagang, prajurit, bahkan menjadi pejabat
pemerintahan. Pahit getirnya kehidupan dia jalani demi sebuah cita-
cita, demi sebuah karir. Berbekal pengalaman itulah akhirnya Sun Tzu
berhasil menyelesaikan karya tulisnya, yaitu 13 Bab Strategi Perang.

Apa yang bisa dipetik dari pengalaman perjalanan Sun Tzu itu? Makna
dari pengembaraan Sun Tzu itu adalah, seseorang boleh mengalami pahit
getirnya perjalanan hidup. Tetapi dia tidak boleh berhenti dan tidak
boleh kehilangan tujuannya semula. Tidak boleh kehilangan arah cita-
citanya. Tidak boleh kehilangan impiannya.
Jadi, kita harus berani membayar harga dari sebuah cita-cita yang
besar. sebab cita-cita selalu membutuhkan perjuangan dan pengorbanan.
Selain perjuangan dan pengorbanaan, cita-cita besar membutuhkan
ketekunan, keuletan, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang luar
biasa.
Cita-cita yang besar adalah cita-cita yang sanggup memberi kekuatan
luar biasa kepada seseorang untuk menjalani hidup yang keras. Sebuah
impian yang pasti mempunyai suatu titik target yang pantas dikejar.
Cita-cita besar tidak mungkin dicapai hanya dengan target kecil serta
usaha yang biasa-biasa saja. Cita-cita besar, impian besar, harus
diraih melalui target-target yang menggairahkan. Target yang
mendorong kita mengerahkan seluruh daya upaya kita. Target yang mampu
menyemburkan hasrat sangat kuat untuk meraihnya. Membuat kita
berusaha sekeras-kerasnya. Bahkan membuat kita berani memaksa diri
kita sampai target itu tercapai.
Sebab seperti kata-kata mutiara yang saya tuliskan; “Jika kita keras
di dalam, maka kehidupan akan lunak kepada kita. Sebaliknya, jika
kita lunak di dalam, maka kehidupan akan begitu keras kepada kita”.
Cita-cita yang besar tidak bisa diraih dengan sikap mental yang
lunak.

Janji yang tak hanya sekedar janji



Janji yang tak hanya sekedar janji

Pernahkah Anda berbelanja sebuah barang di sebuah hypermarket yang
mengklaim diri sebagai harga termurah dan kemudian Anda tahu bahwa
harga di toko lain ada yang jauh lebih murah? Bagaimana perasaan Anda
saat itu? Sedikit-banyak pasti ada perasaan telah “ditipu”
atau “dikadalin”. Jangan kecil hati. Saya pun pernah mengalaminya
berkali-kali. Bahkan baru beberapa hari lalu, saya mengalaminya lagi.
Saat itu, saya dan istri saya (Trifa) membeli shaver di sebuah
hypermarket kelas Internasional yang ada di sebuah mal besar di
Bandung. Harga alat cukur tersebut Rp 199.000. Kami membayarnya
dengan kartu kredit saya.
Setelah keluar dari hypermarket tersebut, kami melangkahkan kaki ke
sebuah toko buku besar yang kebetulan juga terletak dalam mal
tersebut, namun berbeda lantainya. Kami benar-benar kaget ketika
secara tidak sengaja melihat alat cukur tersebut ternyata dijual
dengan harga cuma Rp 125.000 pada counter konsinyasi di toko buku
tersebut.
Kami tentu langsung merasa “diperdaya”. Sejujurnya bukan masalah
uangnya namun karena hypermarket tersebut mengklaim diri sebagai yang
termurah. Bahkan hypermarket asing ini memiliki dua program untuk
menjamin klaim tersebut yaitu barang kami beli kembali (jika tempat
lain ada yang lebih murah) atau diganti selisihnya (dari harga di
tempat lain).
Segera kami kembali ke hypermarket tersebut dan menemui bagian
pengaduan pelanggan. Petugas tersebut cukup ramah melayani kami.
Salut! Ia mengatakan akan mengembalikan uang kami (mendebet kembali
kartu kredit yang telah digosok untuk pembayaran tadi) jika kami bisa
membuktikan harga di toko buku tersebut jauh lebih murah. Jaminan
pernyataan inilah yang membuat kami mau capek-capek kembali lagi ke
toko buku yang selisih beberapa lantai dengan hypermarket tersebut.
Kami lantas membeli alat cukur di toko buku tersebut. Sayangnya,
ketika kami kembali lagi ke bagian pengaduan pelanggan hypermarket
tersebut, ia melayani kami lumayan lama. Yang membuat kami heran
bercampur bingung adalah ketika sang petugas ini menyampaikan pesan
dari pimpinannya. “Barusan di telepon beliau bilang, lain kali, lebih
baik bapak dan ibu cek dulu harga di toko buku tersebut sebelum
berbelanja di tempat kami,” katanya.
Spontan kami kaget! Saya lalu mengatakan kepada petugas ini, kalau
itu prosedur standar yang harus kami lakukan sebelum berbelanja di
hypermarket tersebut, itu artinya janji harga termurah hanyalah
gombal belaka. Artinya, ia harus mengganti kampanye
menjadi, “Waspadalah! Waspadalah! Sebelum berbelanja di tempat ini,
Anda harus melakukan pengecekan harga ke toko lain.”
Terus terang, petugas ini sempat sangat malu, meski ia tidak
mengatakannya toh saya bisa membacanya dari raut wajahnya yang
kemerahan. Saya cukup bersimpati kepadanya apalagi setelah ia
mengembalikan uang kami. Yang saya sayangkan adalah sikap pimpinannya
yang kurang peduli akan janji yang telah dikampanyekan sejak
hypermarket ini pertama kali buka di Bandung. Artinya, komunikasi
tentang program itu sebenarnya tidak jelas dan tidak ada
pendelegasian yang mantap sehingga sang petugas di lapangan
(frontliner) harus bolak-balik menelpon sang pimpinannya.
Jika hal ini ditarik ke dalam konteks kepemimpinan dan pemasaran maka
ada beberapa pelajaran penting yang bisa kita petik. Pertama, janji
adalah utang. Sekali Anda berjanji, sebaiknya Anda menepatinya.
Pelanggan tidak peduli proses yang harus Anda tempuh untuk menepati
janji tersebut sebab yang diinginkannya adalah hasil akhirnya (end
result) meski sebagian pelanggan barangkali bisa berempati kepada
Anda jika Anda mengalami kesulitan dalam proses menepati janji
tersebut.
Kedua, janji sebuah perusahaan haruslah dikomunikasikan kepada
seluruh orang dalam perusahaan itu, terutama para frontliner di
bagian pengaduan pelanggan. Mentor saya dalam bidang marketing, Pa
Hermawan Kartajaya pernah berkata, “Sebagai perusahaan yang berjiwa
marketing maka setiap orang di dalam perusahaan tersebut hendaklah
memiliki rasa tanggung jawab untuk memasarkan perusahaan tersebut,
tidak hanya orang yang berada di divisi marketing!” Pernyataan itu
sangat tepat. Minimal karena citra perusahaan berada di tangan semua
karyawan, tidak hanya di divisi atau lapisan tertentu.
Ketiga, pendelegasian yang bertanggung jawab akan sangat membantu
dalam upaya menangani pelanggan yang kecewa. Artinya, frontliner di
bagian pengaduan pelanggan diberikan hak dalam batasa tertentu untuk
langsung melayani pelanggan yang kecewa tanpa harus meminta petunjuk
kepada atasannya.
Terus-terang, saya adalah pelanggan cukup loyal hypermarket tersebut.
Sayang kan, hanya karena satu perkara kecil, hubungan baik yang telah
terbina selama ini menjadi rusak. Lagipula, kasus seperti ini dapat
berdampak sangat buruk bagi citra perusahaan. Barangkali Anda masih
ingat survai tentang pelanggan yang kecewa? Biasanya ia akan
menceritakan hal itu kepada 8 – 12 orang. Sebaliknya, kalau ia puas,
ia akan menceritakan hanya kepada 2 – 4 orang. Kabar buruk memang
lebih cepat menyebar.
Semoga kita semua bisa memetik pelajaran berharga dari peristiwa
sederhana ini.
Sumber: Janji oleh Paulus Winarto. Paulus Winarto adalah pemegang 2 Rekor Indonesia dari Museum Rekor Indonesia (MURI) yakni sebagai pembicara seminar yang pertama kali berbicara dalam seminar di angkasa dan penulis buku yang pertama kali bukunya diluncurkan di angkasa.

cerita cinta mengharukan

Cerita Cinta Mengharukan Sedih Banget

Andre dan Sherly adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya berasal dari keluarga yang jauh berbeda latar belakangnya. Keluarga Sherly berasal dari keluarga kaya raya dan serba berkecukupan, sedangkan keluarga Andre hanyalah keluarga seorang petani miskin yang menggantungkan kehidupannya pada tanah sewaan.
Dalam kehidupan mereka berdua, Andre sangat mencintai Sherly. Andre telah melipat 1000 buah burung kertas untuk Sherly dan Sherly kemudian menggantungkan burung-burung kertas tersebut pada kamarnya. Dalam tiap burung kertas tersebut Andre telah menuliskan harapannya kepada Sherly. Banyak sekali harapan yang telah Andre ungkapkan kepada Sherly. “Semoga kita selalu saling mengasihi satu sama lain”,”Semoga Tuhan melindungi Sherly dari bahaya”,”Semoga kita mendapatkan kehidupan yang bahagia”,dsb. Semua harapan itu telah disimbolkan dalam burung kertas yang diberikan kepada Sherly.
Suatu hari Andre melipat burung kertasnya yang ke 1001. Burung itu dilipat dengan kertas transparan sehingga kelihatan sangat berbeda dengan burung-burung kertas yang lain. Ketika memberikan burung kertas ini, Andre berkata kepada Sherly:
“Sherly, ini burung kertasku yang ke 1001. Dalam burung kertas ini aku mengharapkan adanya kejujuran dan keterbukaan antara aku dan kamu. Aku akan segera melamarmu dan kita akan segera menikah. Semoga kita dapat mencintai sampai kita menjadi kakek nenek dan sampai Tuhan memanggil kita berdua ! “
Saat mendengar Andre berkata demikian, menangislah Sherly. Ia berkata kepada Andre:
“Ndre, senang sekali aku mendengar semua itu, tetapi aku sekarang telah memutuskan untuk tidak menikah denganmu karena aku butuh uang dan kekayaan seperti kata orang tuaku!”
Saat mendengar itu Andre pun bak disambar geledek. Ia kemudian mulai marah kepada Sherly. Ia mengatai Sherly matre, orang tak berperasaan, kejam, dan sebagainya. Dan Akhirnya Andre meninggalkan Sherly menangis seorang diri.
Andre mulai terbakar semangatnya. Ia pun bertekad dalam dirinya bahwa ia harus sukses dan hidup berhasil. Sikap Sherly dijadikannya cambuk untuk maju dan maju. Dalam Sebulan usaha Andre menunjukkan hasilnya. Ia diangkat menjadi kepala cabang di mana ia bekerja dan dalam setahun ia telah diangkat menjadi manajer sebuah perusahaan yang bonafide dan tak lama kemudian ia mempunyai 50% saham dari perusahaan itu. Sekarang tak seorangpun tak kenal Andre, ia adalah bintang kesuksesan.
Suatu hari Andre pun berkeliling kota dengan mobil barunya. Tiba-tiba dilihatnya sepasang suami-istri tua tengah berjalan di dalam derasnya hujan. Suami istri itu kelihatan lusuh dan tidak terawat. Andre pun penasaran dan mendekati suami istri itu dengan mobilnya dan ia mendapati bahwa suami istri itu adalah orang tua Sherly.
Andre mulai berpikir untuk memberi pelajaran kepada kedua orang itu, tetapi hati nuraninya melarangnya sangat kuat. Andre membatalkan niatnya dan ia membuntuti kemana perginya orang tua Sherly.
Andre sangat terkejut ketika didapati orang tua Sherly memasuki sebuah makam yang dipenuhi dengan burung kertas. Ia pun semakin terkejut ketika ia mendapati foto Sherly dalam makam itu. Andre pun bergegas turun dari mobilnya dan berlari ke arah makam Sherly untuk menemui orang tua Sherly.
Orang tua Sherly pun berkata kepada Andre:
”Ndre, sekarang kami jatuh miskin. Harta kami habis untuk biaya pengobatan Sherly yang terkena kanker rahim ganas. Sherly menitipkan sebuah surat kepada kami untuk diberikan kepadamu jika kami bertemu denganmu.”
Orang tua Sherly menyerahkan sepucuk surat kumal kepada Andre.
Andre membaca surat itu.
“Ndre, maafkan aku. Aku terpaksa membohongimu. Aku terkena kanker rahim ganas yang tak mungkin disembuhkan. Aku tak mungkin mengatakan hal ini saat itu, karena jika itu aku lakukan, aku akan membuatmu jatuh dalam kehidupan sentimentil yang penuh keputus-asaan yang akan membawa hidupmu pada kehancuran. Aku tahu semua tabiatmu Ndre, karena itu aku lakukan ini. Aku mencintaimu Ndree……….. “
Setelah membaca surat itu, menangislah Andre. Ia telah berprasangka terhadap Sherly begitu kejamnya. Ia pun mulai merasakan betapa hati Sherly teriris-iris ketika ia mencemoohnya, mengatainya matre, kejam dan tak berperasaan. Ia merasakan betapa Sherly kesepian seorang diri dalam kesakitannya hingga maut menjemputnya, betapa Sherly mengharapkan kehadirannya di saat-saat penuh penderitaan itu. Tetapi ia lebih memilih untuk menganggap Sherly sebagai orang matre tak berperasan. Sherly telah berkorban untuknya agar ia tidak jatuh dalam keputusasaan dan kehancuran.
Sungguh sangat mengharukan. Sebuah Cerita Sedih yang amat sangat menyentuh hati. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dibalik Kisah Cinta Andre dan Sherly tersebut, yang merupakan Cerita Cinta Anak Remaja yang Sangat menyedihkan dan mengharukan.
Dari Cerita sedih dan mengharukan yang dikisahkan oleh Andre dan Sherly, dapat di ambil kesimpulan bahwa “Cinta bukanlah sebuah pelukan atau ciuman tetapi cinta adalah pengorbanan untuk orang yang sangat berarti bagi kita”.
Apa kesimpulan Anda setelah membaca Cerita Cinta Sedih Mengharukan diatas

Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana

Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.
Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”
Sekarang, pagi-pagi ia sudah pamit ke kantor karena harus menyiapkan beberapa dokumen rapat. Ia pamit saat aku berada di kamar mandi. Aku memang sengaja tidak mengingatkannya tentang ulang tahun perkawinan kami. Aku ingin mengujinya, apakah ia ingat atau tidak kali ini. Nyatanya? Aku menarik napas panjang.
Heran, apa sih susahnya mengingat hari ulang tahun perkawinan sendiri? Aku mendengus kesal. Aa’ memang berbeda dengan aku. Ia kalem dan tidak ekspresif, apalagi romantis. Maka, tidak pernah ada bunga pada momen-momen istimewa atau puisi yang dituliskan di selembar kertas merah muda seperti yang sering kubayangkan saat sebelum aku menikah.
Sedangkan aku, ekspresif dan romantis. Aku selalu memberinya hadiah dengan kata-kata manis setiap hari ulang tahunnya. Aku juga tidak lupa mengucapkan berpuluh kali kata I love you setiap minggu. Mengirim pesan, bahkan puisi lewat sms saat ia keluar kota. Pokoknya, bagiku cinta harus diekspresikan dengan jelas. Karena kejelasan juga bagian dari cinta.
Aku tahu, kalau aku mencintai Aa’, aku harus menerimanya apa adanya. Tetapi, masak sih orang tidak mau berubah dan belajar? Bukankah aku sudah mengajarinya untuk bersikap lebih romantis? Ah, pokoknya aku kesal titik. Dan semua menjadi tidak menyenangkan bagiku. Aku uring-uringan. Aa’ jadi benar-benar menyebalkan di mataku. Aku mulai menghitung-hitung waktu dan perhatian yang diberikannya kepadaku dalam tiga tahun perkawinan kami. Tidak ada akhir minggu yang santai. Jarang sekali kami sempat pergi berdua untuk makan malam di luar. Waktu luang biasanya dihabiskannya untuk tidur sepanjang hari. Jadilah aku manyun sendiri hampir setiap hari minggu dan cuma bisa memandangnya mendengkur dengan manis di tempat tidur.
Rasa kesalku semakin menjadi. Apalagi, hubungan kami seminggu ini memang sedang tidak baik. Kami berdua sama-sama letih. Pekerjaan yang bertumpuk di tempat tugas kami masing-masing membuat kami bertemu di rumah dalam keadaan sama-sama letih dan mudah tersinggung satu sama lain. Jadilah, beberapa kali kami bertengkar minggu ini.
Sebenarnya, hari ini aku sudah mengosongkan semua jadual kegiatanku. Aku ingin berdua saja dengannya hari ini dan melakukan berbagai hal menyenangkan. Mestinya, Sabtu ini ia libur. Tetapi, begitulah Aa’. Sulit sekali baginya meninggalkan pekerjaannya, bahkan pada akhir pekan seperti ini. Mungkin, karena kami belum mempunyai anak. Sehingga ia tidak merasa perlu untuk meluangkan waktu pada akhir pekan seperti ini.
”Hen, kamu yakin mau menerima lamaran A’ Ridwan?” Diah sahabatku menatapku heran. ”Kakakku itu enggak romantis, lho. Tidak seperti suami romantis yang sering kau bayangkan. Dia itu tipe laki-laki serius yang hobinya bekerja keras. Baik sih, soleh, setia… Tapi enggak humoris. Pokoknya, hidup sama dia itu datar. Rutin dan membosankan. Isinya cuma kerja, kerja dan kerja…” Diah menyambung panjang lebar. Aku cuma senyum-senyum saja saat itu. Aa’ memang menanyakan kesediaanku untuk menerima lamaranku lewat Diah.
”Kamu kok gitu, sih? Enggak senang ya kalau aku jadi kakak iparmu?” tanyaku sambil cemberut. Diah tertawa melihatku. ”Yah, yang seperti ini mah tidak akan dilayani. Paling ditinggal pergi sama A’ Ridwan.” Diah tertawa geli. ”Kamu belum tahu kakakku, sih!” Tetapi, apapun kata Diah, aku telah bertekad untuk menerima lamaran Aa’. Aku yakin kami bisa saling menyesuaikan diri. Toh ia laki-laki yang baik. Itu sudah lebih dari cukup buatku.
Minggu-minggu pertama setelah perkawinan kami tidak banyak masalah berarti. Seperti layaknya pengantin baru, Aa’ berusaha romantis. Dan aku senang. Tetapi, semua berakhir saat masa cutinya berakhir. Ia segera berkutat dengan segala kesibukannya, tujuh hari dalam seminggu. Hampir tidak ada waktu yang tersisa untukku. Ceritaku yang antusias sering hanya ditanggapinya dengan ehm, oh, begitu ya… Itupun sambil terkantuk-kantuk memeluk guling. Dan, aku yang telah berjam-jam menunggunya untuk bercerita lantas kehilangan selera untuk melanjutkan cerita.
Begitulah… aku berusaha mengerti dan menerimanya. Tetapi pagi ini, kekesalanku kepadanya benar-benar mencapai puncaknya. Aku izin ke rumah ibu. Kukirim sms singkat kepadanya. Kutunggu. Satu jam kemudian baru kuterima jawabannya. Maaf, aku sedang rapat. Hati-hati. Salam untuk Ibu. Tuh, kan. Lihat. Bahkan ia membutuhkan waktu satu jam untuk membalas smsku. Rapat, presentasi, laporan keuangan, itulah saingan yang merebut perhatian suamiku.
Aku langsung masuk ke bekas kamarku yang sekarang ditempati Riri adikku. Kuhempaskan tubuhku dengan kesal. Aku baru saja akan memejamkan mataku saat samar-samar kudengar Ibu mengetuk pintu. Aku bangkit dengan malas.
”Kenapa Hen? Ada masalah dengan Ridwan?” Ibu membuka percakapan tanpa basa-basi. Aku mengangguk. Ibu memang tidak pernah bisa dibohongi. Ia selalu berhasil menebak dengan jitu.
Walau awalnya tersendat, akhirnya aku bercerita juga kepada Ibu. Mataku berkaca-kaca. Aku menumpahkan kekesalanku kepada Ibu. Ibu tersenyum mendengar ceritaku. Ia mengusap rambutku. ”Hen, mungkin semua ini salah Ibu dan Bapak yang terlalu memanjakan kamu. Sehingga kamu menjadi terganggu dengan sikap suamimu. Cobalah, Hen pikirkan baik-baik. Apa kekurangan Ridwan? Ia suami yang baik. Setia, jujur dan pekerja keras. Ridwan itu tidak pernah kasar sama kamu, rajin ibadah. Ia juga baik dan hormat kepada Ibu dan Bapak. Tidak semua suami seperti dia, Hen. Banyak orang yang dizholimi suaminya. Na’udzubillah!” Kata Ibu.
Aku terdiam. Yah, betul sih apa yang dikatakan Ibu. ”Tapi Bu, dia itu keterlaluan sekali. Masak Ulang tahun perkawinan sendiri tiga kali lupa. Lagi pula, dia itu sama sekali tidak punya waktu buat aku. Aku kan istrinya, bu. Bukan cuma bagian dari perabot rumah tangga yang hanya perlu ditengok sekali-sekali.” Aku masih kesal. Walaupun dalam hati aku membenarkan apa yang diucapkan Ibu.
Ya, selain sifat kurang romantisnya, sebenarnya apa kekurangan Aa’? Hampir tidak ada. Sebenarnya, ia berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakanku dengan caranya sendiri. Ia selalu mendorongku untuk menambah ilmu dan memperluas wawasanku. Ia juga selalu menyemangatiku untuk lebih rajin beribadah dan selalu berbaik sangka kepada orang lain. Soal kesetiaan? Tidak diragukan. Diah satu kantor dengannya. Dan ia selalu bercerita denganku bagaimana Aa’ bersikap terhadap rekan-rekan wanitanya di kantor. Aa’ tidak pernah meladeni ajakan Anita yang tidak juga bosan menggoda dan mengajaknya kencan. Padahal kalau mau, dengan penampilannya yang selalu rapi dan cool seperti itu, tidak sulit buatnya menarik perhatian lawan jenis.
”Hen, kalau kamu merasa uring-uringan seperti itu, sebenarnya bukan Ridwan yang bermasalah. Persoalannya hanya satu, kamu kehilangan rasa syukur…” Ibu berkata tenang.
Aku memandang Ibu. Perkataan Ibu benar-benar menohokku. Ya, Ibu benar. Aku kehilangan rasa syukur. Bukankah baru dua minggu yang lalu aku membujuk Ranti, salah seorang sahabatku yang stres karena suaminya berselingkuh dengan wanita lain dan sangat kasar kepadanya? Bukankah aku yang mengajaknya ke dokter untuk mengobati memar yang ada di beberapa bagian tubuhnya karena dipukuli suaminya?
Pelan-pelan, rasa bersalah timbul dalam hatiku. Kalau memang aku ingin menghabiskan waktu dengannya hari ini, mengapa aku tidak mengatakannya jauh-jauh hari agar ia dapat mengatur jadualnya? Bukankah aku bisa mengingatkannya dengan manis bahwa aku ingin pergi dengannya berdua saja hari ini. Mengapa aku tidak mencoba mengatakan kepadanya, bahwa aku ingin ia bersikap lebih romantis? Bahwa aku merasa tersisih karena kesibukannya? Bahwa aku sebenarnya takut tidak lagi dicintai?
Aku segera pamit kepada Ibu. Aku bergegas pulang untuk membereskan rumah dan menyiapkan makan malam yang romantis di rumah. Aku tidak memberitahunya. Aku ingin membuat kejutan untuknya.
Makan malam sudah siap. Aku menyiapkan masakan kegemaran Aa’ lengkap dengan rangkaian mawar merah di meja makan. Jam tujuh malam, Aa’ belum pulang. Aku menunggu dengan sabar. Jam sembilan malam, aku hanya menerima smsnya. Maaf aku terlambat pulang. Tugasku belum selesai. Makanan di meja sudah dingin. Mataku sudah berat, tetapi aku tetap menunggunya di ruang tamu.
Aku terbangun dengan kaget. Ya Allah, aku tertidur. Kulirik jam dinding, jam 11 malam. Aku bangkit. Seikat mawar merah tergeletak di meja. Di sebelahnya, tergeletak kartu ucapan dan kotak perhiasan mungil. Aa’ tertidur pulas di karpet. Ia belum membuka dasi dan kaos kakinya.
Kuambil kartu ucapan itu dan kubuka. Sebait puisi membuatku tersenyum.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Lewat kata yang tak sempat disampaikan
Awan kepada air yang menjadikannya tiada
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu. *

Doa Bertemu Jodoh Untuk Wanita

Doa Bertemu Jodoh Untuk Wanita

Bagi anda yang wanita yang masih belum bertemu jodoh, dan ingin mendapatkan jodoh yang baik, seorang lelaki yang beriman, dan berakhlak soleh, amalkan doa bertemu jodoh di bawah ini.
doa-bertemu-jodoh-untuk-wanita
Terjemahan Doa Bertemu Jodoh:
“Ya Allah, jadikanlah daku dikasihi pada hati-hati mereka yang beriman dan gembirakanlah daku dengan kekayaan sehingga memperolehi seratus dua puluh kebaikan. Allah adalah sebaik-baik pemelihara dan Dia amat mengasihi daripada segala-galanya.”
Mudah-mudahan doa yang dibaca ini akan dimakbulkan Allah s.w.t dan dipertemukan jodohnya untuk anda. Amin…

5 Tips Utama Untuk Menjadi Pakar Cinta

Anda sebenarnya boleh menjadi seorang Pakar Cinta. Semua orang! Tidak ada yang terkecuali. Malah anda juga boleh menggantikan kami di Tentang Cinta!
Apa yang penting, anda perlu memahami lima tips utama ini untuk menjadi seorang yang pakar dalam percintaan.

pakar-cinta
1. Banyakkan membaca
Anda perlu banyak membaca. Baca sebanyak mungkin buku, artikel atau ebook berkenaan perhubungan dan percintaan. Dapatkan segala ilmu-ilmu yang perlu anda tahu dalam bab bercinta ini.
2. Mendengar masalah
Daripada masalah orang, anda akan belajar masalah-masalah yang sering dihadapi orang lain. Daripada situ anda akan dapat memahami corak masalah yang berlaku dalam percintaan dan anda akan dapat selesaikannya daripada ilmu yang anda peroleh dari hasil pembacaan anda tadi.
3. Pelajari daripada orang lain
Anda juga boleh ikuti seminar-seminar dalam membentuk perhubungan atau percintaan yang sering diadakan di sekeliling anda. Atau pun anda boleh belajar daripada pengalaman rakan-rakan anda dalam menyelesaikan masalah mereka dalam percintaan.  merupakan platform mudah untuk anda pelajari daripada orang lain.

Bila Kekasih Lama Datang Kembali, Apa Pendapat Anda?

Dulu, anda pernah berkenalan rapat dengan seseorang. Dia seorang kekasih yang baik, caring, dan pandai mengambil hati anda.
Tetapi disebabkan si dia ingin sambung study di oversea, perhubungan anda berdua terhenti di situ. Masing-masing membawa haluan sendiri. Dengan harapan, jika ada jodoh anda berdua akan berjumpa lagi.
Malangnya… Anda jenis yang tidak boleh keseorangan. Anda perlukan teman.
Selepas beberapa bulan, anda berkenalan pula dengan kekasih anda yang sekarang ini. Dia pun ok. Baik hati, peramah, dan juga pandai menjaga hati anda. Anda rasa happy dengann

Wahai Sayang Yang Bukan Sayangku

Teman.. Pernahkah kamu merasa satu ketika, kamu ditemukan dengan seseorang yang benar-benar satu kepala denganmu, sehingga kamu merasa dia sebagai teman sejiwamu, tapi kamu harus merasakan penderitaan yang teramat sangat kerana bagaimanapun ‘dia bukan untukmu?
Teman.. Pernahkah kamu ingin menangis sekuatnya dan membiarkan seluruh dunia mengetahui betapa dalamnya luka di hatimu ketika ‘dia yang bukan untukmu’ bagaimanapun juga tak akan boleh kamu lenyapkan dari hati dan fikiranmu?
Teman.. Pernahkah kamu ingin berteriak melepas semua beban dari hatimu namun ‘dia yang bukan untukmu’ itu berada semakin kuat dalam hatimu?
Teman.. Pernahkah kamu begitu merindukannya, bahkan dalam tidurmu kamu masih dan tetap merindukannya walaupun hampir setiap hari kau tahu kamu boleh berjumpa dengan ‘dia yang bukan untukmu’ itu?
Teman.. Pernahkah kamu terus dan terus berusaha untuk menjaga hatimu dan mengisi relung jiwamu dengan terus ‘taqarrub Ilallah’ kerana walaupun kamu sedar bahawa semua ini telah digariskan oleh Allah Tuhan Sekalian Alam sebagai ujian bagimu, kerana Dia teramat menyayangimu?

Syarat Untuk Bahagia

Untuk bertemu dengan orang yang tepat, kamu harus memainkan peranan yang penting juga. Ini kerana sedikit sebanyak sikap kamu mempengaruhi hubungan yang dijalin. Jadi berikut adalah empat syarat penting yang harus ada dalam diri kamu andai ingin cinta berakhir bahagia….
happiness
1. Cintailah Diri Sendiri Sebelum Kamu Mencintai Orang Lain
Kebanyakan dari kamu apabila bercinta sanggup mengetepikan kemahuan, keinginan serta keperluan diri sendiri demi insan yang bergelar kekasih. Inilah kesilapan paling besar. Andai kamu sendiri tidak belajar menyayangi diri sendiri bagaimana orang lain ingin menyayangi diri kamu. Jadi pastikan kamu sayang diri sendiri terlebih dahulu sebelum kamu ingin menyayangi orang lain.
2. Punya Pendirian Yang Tetap
Seorang yang punya pendirian akan tahu apa yang dia inginkan untuk diri dan tidak akan berubah mengikut cara orang lain biarpun orang yang di sayanginya. Inilah yang terbaik kerana apabila kamu tidak berpendirian, itulah yang menjadi punca hidup mudah dikongkong atau ditentukan oleh orang lain. Ini secara tidak langsung membuka ruang untuk orang mempermainkan hati kamu.
3. Bahagikan Hidup kamu Dengan Hal-hal Yang Lain
Paling sering berlaku, apabila kamu telah menyayangi seseorang sepenuh hidup kamu akan di habiskan untuk si dia sahaja. Segala hobi dan aktiviti kamu turut dihentikan demi untuk memberi perhatian pada si dia. Namun jangan lupa hidup ini bila kita hanya bergantung pada seseorang dan satu hal sahaja iaitu cinta, inilah punca utama yang boleh membuat kamu kecewa teramat sangat apabila hubungan yang dibina terputus di tengah jalan. Jadi belajarlah membahagikan hidup kamu dengan cinta, kerjaya, keluarga, hobi dan sebagainya. Percayalah kamu akan rasa hidup akan lebih lengkap dan bahagia bila bijak membahagikan segala-galanya dengan baik dan teratur.
4. Berkorban Biarlah Berpada-Pada
Ada yang sanggup bersusah payah dan menyakiti hati sendiri demi melihat orang yang disayangi bahagia. Tidak salah untuk berkorban namun berpada-padalah. Jangan terlalu meletakkan diri kamu serendah-rendahnya hingga sanggup biarkan diri sendiri merana semata-mata mahu menggembirakan orang lain. Hidup ini dalam hal apa pun perlu seimbang. Sekiranya si dia ingin gembira maka kamu juga ada hak untuk rasa sebegitu rupa.

Cemburu Tanda Sayang, Tapi Jangan Berlebihan

Dalam sesebuah perhubungan, tidak salah jika ada perasaan marah atau cemburu kerana ia sudah adat cuma jangan berlebihan.
Emosi marah tidak harus menguasai diri kerana ia hanya akan mendatangkan keretakan dalam hubungan.
Mengikut kajian pakar, hampir 80 peratus keretakan dalam perhubungan berpunca apabila perasaan marah dijadikan perasaan utama. Ini berlaku apabila setiap kali wujud krisis dalam hubungan, setiap pasangan akan mula berfikir untuk memutuskan hubungan dan mencari pengganti yang mungkin lebih memahami perasaan diri yang sebenarnya.
Tip Cinta
Kadangkala masalah kecil diperbesarkan sedangkan masalah itu boleh diselesaikan dengan berbincang antara satu sama lain. Tetapi apabila perasaan marah sudah menguasai diri dan hubungan berakhir, lazimnya ia berlaku dengan alasan tiada jodoh dan sefahaman.
Memang benar jodoh itu di tangan Tuhan tetapi kita berhak berusaha agar jodoh kekal bersama orang tersayang.
Tetapi jangan hanya sebelah pihak saja berusaha. Usaha mesti dilakukan kedua-dua pihak untuk mendapatkan hasil lebih memuaskan.
Satu lagi perasaan yang perlu diatasi adalah cemburu. Tidak salah untuk rasa cemburu tetapi biarlah berpada-pada. Memang benar cemburu tandanya sayang tetapi jangan melampaui batas.
Tidakkah rasa sia-sia hubungan yang dijalin sekian lama terputus begitu saja hanya disebabkan cemburu pada pasangan?
Ramai yang memperkatakan soal cemburu malah pelbagai cara untuk mengekang perasaan cemburu daripada terus menyelubungi hidup.
Terdapat dua langkah yang boleh diambil untuk mengelakkan perasaan cemburu mengawal hidup kita iaitu jujur dan setia.
Memang ada perkara yang tidak memungkinkan kita berterus terang tapi bagi mengelakkan pasangan memikirkan perkara yang bukan-bukan, lebih baik jujur dan berterus terang dengan pasangan bagi mengelakkan perselisihan faham berterusan.
Jika jujur pada pasangan, sudah pasti dia akan menaruh kepercayaan dan mengekalkan perhubungan itu hingga ke akhir hayat.
Kesetiaan juga memainkan peranan penting kerana jika kita sayangkan pasangan, sudah pasti kita juga akan setia padanya.
Jika sayangkan seseorang, sudah pasti kita tahu siapa yang ada di hati. Jadi, apabila sentiasa mengingati pasangan, amat mudah untuk kita mengelakkan diri daripada berlaku curang pada pasangan.
Cinta terasa indah apabila ke mana saja kita pergi, si dia sedia menemani tetapi terasa pahit apabila kita ternampak pasangan berjalan berdua-duaan bersama insan lain.
Apapun, jangan biarkan marah dan cemburu terlalu menguasai diri. Berikut sedikit panduan untuk membantu kita menjauhi rasa marah dan cemburu, sekali gus mengekalkan keindahan hubungan bersama si dia:
* Jangan sesekali memungkiri janji.
* Sentiasa jujur kepada si dia kerana wanita atau lelaki memang benci apabila ditipu.
* Beritahu si dia mengenai sesuatu perkara dengan tepat.
* Jika si dia dalam keadaan bermasalah, sentiasa menggembirakannya.
* Andai anda jujur, si dia akan setia kepada anda.
* Jangan terlalu mengongkong dirinya kerana dia juga inginkan kebebasan.

20 Tips Dalam Percintaan

1. Adalah sesuatu yg menyeronokkan apabila kamu menyatakan bahawa hanya dia seorang sahaja yg kamu cintai untuk selama-lamanya dan tidak akan ada duanya.
2. Paling menarik apabila kamu sekali sekala mengirimkan kad ucapan yang di buat sendiri. Jangan tunggu sehingga hari jadinya atau pada hari kekasih hari-hari biasa juga kamu boleh meluahkan perasaan cintamu padanya.
3. Setiap saat kamu harus mengingatinya dalam sebarang pekerjaan yang kamu lakukan. Percayalah apabila kamu mengingatinya si dia juga pasti akan mengingatimu
4. Sentiasa berkongsi rahsia dengannya. Si dia akan merasakan dirinya amat penting dalam hidup kamu kerana dalam semua hal kamu tidak pernah berahsia dengannya.
5. Setiap kali si dia melakukan kesilapan jangan sesekali merendah-rendahkannya. Tugas kamu adalah beri sokongan padanya agar bangkit memperbaiki kesilapan bukan membuatkan dia lebih rasa rendah diri.
6. Jangan malu untuk beri mesej ataupun ucapkan sendiri padanya kamu rindukan dia terutama apabila si dia tidak ada di sampingmu walaupun sesaat.
7. Jangan terlampau berdandan sehingga membuatkan si dia bosan denganmu.
8. Lelaki juga sukakan hadiah tetapi mereka tidak tunjuk jadi apa kata yang perempuan sekali sekala berilah si dia hadiah walaupun hari jadinya lambat lagi. Begitu jugalah dengan lelaki yang sememangnya sudah sedia maklum perempuan suka terima hadiah. Berbunga-bunga hati bila kamu beri hadiah padanya.
9. Janganlah rasa terlalu kecewa sekiranya si dia terlupa melakukan sesuatu yang kecil untukmu.
10. Jangan bandingkan dirinya dengan sesiapa kerana si dia akan menganggap kamu lebih suka orang lain darinya.
11. Raikan hari jadinya dan lakukan kejutan dan sambutan yang berlainan setiap tahun.
12. Belajarlah membuat keputusan sendiri. Jangan sekadar menyerahkan kepadanya bulat-bulat untuk membuat keputusan.
13. Jangan selalu menganggap si dia boleh membaca semua yang ada dalam hatimu. Belajarlah berterus terang…
14. Setiap malam telefonlah si dia untuk mengucapkan selamat malam.
15. Jika dia membayar tiket wayang, apa salahnya kamu pula yang membeli makanan dan minuman ringan.
16. Hargailah ‘privacynya’ jangan sesekali menceroboh membaca diarinya.
17. Sekiranya ada kelapangan, ajaklah si dia bercuti.
18. Jika kamu mempunyai lesen memandu janganlah biarkan hanya si dia sahaja yang memandu. Tawarkanlah bantuan kamu untuk membantunya memandu. Tidaklah si dia rasa seperti pemandu..
19 Berikan nama gelaran yang mesra tetapi hanya kamu berdua sahaja yang mengetahuinya.
20. Apabila berlaku perkara-perkara yang memalukan pada dirinya, berpura-puralah yang kamu tidak mengetahuinya.

cerita lucu

cerita lucu


Cerita lucu 1 - kena tilang

Seorang pegawai terlambat pergi ke kantor, ia tergesa-gesa dengan motornya. Sialnya ditengah jalan terjadi razia dadakan oleh polisi. Prriiittt.., motornya dihentikan oleh polisi. "Mana surat-suratnya!", kata polisi. Sialnya ternyata si pengendara motor itu nggak bawa SIM. "Kamu saya tilang!", seru polisi. "wah, jangan pak, damai saja ya pak..", kata si pengendara sambil memberi uang 20 ribuan. "Ya sudah, kamu pulang lagi, ambil dulu surat kelengkapan yang kurang!". Si pengendara akhirnya pulang untuk mengambil SIM dan kembali berangkat ke kantor untuk bekerja. Priiitttt.., si pengendara diberhentikan polisi lagi. "Ada apa lagi sih pak?", kata si pengendara. "Anda tidak pakai helm!", kata polisi. Sial banget, gara-gara pulang mengambil SIM malah kelupaan helm, akhirnya si pengendara pulang mengambil helmnya setelah terkuras 20 ribu lagi. Di tengah jalan saat kembali ke kantor, priiittttt!, "Nih.. surat-surat lengkap, helm udah bawa, serakah amat, ada apa lagi sih pak?", kata pengendara. "Surat lengkap, helm sudah dipakai.. sekarang motornya mana!!???", seru polisi.

CERITA LUCU 1

3 Orang tengah terdiam menikmati kehangatan sauna, yaitu orang dari Amerika, Jepang dan Indonesia. Keheningan didalam ruangan sauna dipecahkan oleh bunyi, ..bip,...bip,....bip... Orang Amerika membuka telapak tangan kirinya, dan membaca tulisan yang tertulis ditelapak tangannya itu. Dua rekan se 'sauna' nya dengan kagum melihat tulisan yang muncul ditelapak tangan orang Amerika tersebut.
"Oh, telapak tangan saya telah ditanamkan chips, saya dapat langsung menerima pesan SMS tanpa alat , SMS nya langung tampil ditelapak tangan saya,..." ujar si Amerika ketika melihat kedua rekannya bengong.
Sesaat kemudian terdengar dering telepon, orang Jepang mengangkat tangan kanannya, jempol didekatkan ke telinga sedangkan jari kelingking kebibirnya, "Oh maaf, saya terima telepon dulu, tangan saya sudah berisi chips, saya dapat menerima dan berbicara melalui 2 jari saya tanpa menggunakan HP" kata si Jepang.
Melihat semua itu, orang Indonesia mulai gugup, Apa yang bisa saya tunjukkan untuk mengalahkan orang orang ini? pikirnya. Karena stress, keinginannya untuk buang air besar tidak tertahankan lagi.
Usai buang air, dia kembali lagi ke ruang sauna, tetapi karena tidak biasa membasuh bokongnya dengan kertas toilet, seuntai kertas toilet masih berjuntai di belahan bokongnya.
Dengan keheranan orang Jepang dan orang Amerika menunjuk ke untaian kertas 'sisa' tsb dan berkata: "Kertas apa itu yang tergantung dibokong anda...?"
"Oh maaf, saya baru terima Fax.." jawab orang Indonesia tersebut.

Berjalan 22 Mil Sambil Tertidur

Berjalan 22 Mil Sambil Tertidur

Berita Aneh - Seorang pria berjalan dari rumahnya di kota Fan Zhuang (Henan - China) menuju kota Bo Bi pada malam 2 November lalu sambil tertidur. Dia berjalan hampir 22 mil.
Koran HeNanDaHe melaporkan bahwa pada pagi tanggal 3 November sekitar pukul 5.00, Tn. Li, pemilik pabrik batu bara, melihat seorang pemuda berjalan-jalan di sekitar pabrik selama beberapa waktu. Pria muda itu bertelanjang kaki dengan rambut berantakan dan wajah yang kotor. Karena ia masih dalam keadaan tertidur, orang itu tidak menanggapi apapun yang dikatakan Tn. Li. Dia hanya berjalan ke pabrik dan menuliskan, "telpon polisi" pada secarik kertas.
BPolisi datang dan membawanya ke kantor polisi. Dia masih tetap tertidur sampai  pukul 9.00 pagi itu. Ketika ia terbangun, ia sangat terkejut dan malu menemukan dirinya di kantor polisi.
Dia mengatakan kepada polisi bahwa setelah ia tertidur tadi malam, ia bermimpi sedang memanggang daging untuk beberapa orang, tetapi karena ia tidak memasak dengan baik, orang-orang itu menjadi sangat marah dan mengejarnya. Dia harus berlari secepat mungkin. Ketika ia terbangun, ia mendapati dirinya di kantor polisi, dan ia tidak ingat bagaimana ia bisa sampai di sana.
Adiknya mengatakan bahwa dia memiliki sejarah berjalan sambil tidur sejak ia masih kecil. Dia telah berjalan menjauh dari rumahnya dalam keadaan tidur beberapa kali. Dan setiap kalinya ia berhasil dibawa pulang dengan selamat. (sc/bud)

Catatan redaksi :  22 mil = 35,405 kilometer

Foto Unik Desain Toilet Terbalik

Foto Unik- Desain interior yang aneh dan unik, desain toilet  berbeda dari biasanya yaitu semua sanitair dan barang - barang seperti washtafel,closet duduk dan keramiknya juga di pasang terbalik.Sebuah desain yang kreatif  mencari hal-hal  baru dan konyol,ini adalah hasil dari ekspresi kejenuhan dari desain-desain yang monoton atau desainernya sudah stres kali ha.ha..Silahkan di lihat dan nikmati saja Gan..Tapi awas jangan deket-deket gan..takut  Isi closet duduk nya tumpah..ha.ha..

Foto - Foto Istana Pasir Yang Luar Biasa

Foto kreasi luar biasa - Pantai memang menjadi tempat wisata yang mengasyikan kita bisa menikmati pemandangan ombak,desiran angin,berenang,berselancar,berjemur,bermain air Laut dan tidak ketinggalan yang paling menarik adalah bermain pasir. Pernahkah anda berpikiran membuat Istana pasir yang sangat besar,indah dan bisa dinikmati dan tidak jarang juga ada istana pasir yang di perlombakan. Nah dibawah ini saya kasih Foto-foto istana pasir yang sangat luar biasa, mungkin anda bisa membuat seperti ini atau lebih bagus lagi misalkan seperti bentuk candi Borobudur. Selamat menikmati Gan..



Foto istana pasir 1

 
Foto istana pasir 2

 
Foto istana pasir3

 
Foto istana pasir 4

 
Foto istana pasir 5


Foto istana pasir 6

 
Foto istana pasir 7

 
Foto istana pasir 8


Foto istana pasir 9



Foto istana pasir 10


Foto istana pasir 11

 
Foto istana pasir 12

 
Foto istana pasir 13


Foto istana pasir 14


Foto istana pasir 15

 
Foto istana pasir 16

 
Foto istana pasir 17

 
Foto istana pasir 18

 
Foto istana pasir 19