Selalu ada jalan jika ada kemauan yang kuat
Selalu ada jalan jika ada kemauan yang kuat
dengan gembira. Ada berbagai macam permainan, stand makanan dan
sirkus. Tetapi kali ini yang paling istimewa adalah atraksi manusia
kuat.
Setiap malam ratusan orang menonton pertunjukkan manusia kuat. Ia bisa
melengkungkan baja hanya dengan tangan telanjang. Ia bisa
menhancurkan batu bata tebal dengan tinjunya. Ia mengalahkan semua
pria di kota itu dalam lomba panco. Tapi untuk menutup
pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia
memeras terus hingga tetes terakhir air jeruk itu terperas.
Kemudian ia menantang para penonton, “Barang siapa yang bisa memeras
hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini, akan
kuberikan dia uang satu juta.”
Kemudian naiklah seorang lelaki, atlit binaraga, ke atas panggung.
Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras… dan memeras… tapi tak
setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah
terperas habis. Ia gagal.
Beberapa pria kuat dari penjuru kota mencoba, tapi tak ada yang
berhasil. Manusia kuat itu tersenyum-senyum. Kemudian ia
berkata, “Aku berikan satu kesempatan terakhir. Siapa yang mau
mencoba?”
Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta
agar ia boleh mencoba.
“Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung.” Manusia kuat itu
membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-
gelak mengolok-olok wanita itu.
penonton yang menertawakannya.
Lalu wanita itu mencoba memeras dengan penuh konsentrasi.
Ia memeras…memeras… memeras dan “ting!” setetes air jeruk muncul
terperas dan jatuh membasahi lantai panggung. Para penonton terdiam
terperangah. Lalu cemoohan mereka segera berubah menjadi tepuk tangan
riuh.
Manusia kuat lalu memeluk wanita kurus itu, katanya, “Nyonya, aku
sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, ribuan
orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku
tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya kau satu-satunya yang
berhasil memenangkan hadiah itu. Boleh aku tahu, bagaimana kau bisa
melakukan hal itu?”
“Begini,” jawab wanita itu, “Jika suamimu sedang jatuh sakit keras
dan tak bisa bekerja mencari nafkah, sedangkan kau memiliki delapan
anak yang harus kau beri makan setiap harinya, lalu kau harus kuat
mencari uang meski hanya serupiah-dua rupiah, maka hanya memeras
jeruk untuk mendapatkan satu juta rupiah bukanlah hal yang sulit.”
“Bila anda memiliki alasan yang cukup kuat, anda akan menemukan
jalannya”, demikian kata seorang bijak. Seringkali kita tak kuat
melakukan sesuatu karena tak memiliki alasan yang cukup kuat.
Batu Kecil yang seringkali terabaikan
Batu Kecil yang seringkali terabaikan
yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan
pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya.
Pekerja itu berteriak-teriak,tetapi temannya tidak bisa
mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-
orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.
Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di
bawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan
temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu
lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi
usahanya yang keduapun memperoleh hasil yang sama.
melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai
kepala temannya, dan karena merasa sakit, temannya menengadah
ke atas? Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang
berisi pesannya.
Tuhan kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk
membuat kita menengadah kepadaNya. Seringkali Tuhan melimpahi
kita dengan rahmat, tetapi itu tetapi tidak cukup untuk membuat
kita menengadah kepadaNya. Karena itu, agar kita selalu mengingat
kepadaNya, Tuhan sering menjatuhkan “batu kecil” kepada kita.
Berpisah Penuh Makna
Berpisah Penuh Makna
terkadang menimbulkan tanya dari yang ditinggalkan, “Apa yang telah dia lakukan?
Apa yang sebaiknya akau lakukan?”
Demikian juga berpisahnya seseorang dari keluarga, saudara, teman, sahabat, atau
rekan kerja. Seringkali diikuti tangis yang menandakan kesedihan amat dalam
karena harus meninggalkan atau harus ditinggalkan, sementara setelah acara
perpisahan usai, sirna silaturahim. Tawa ejekan dan gunjingan yang tersisa. Atau
kita kebingungan mencari kata-kata dan hadiah yang cocok untuk orang yang akan
ditinggalkan atau yang akan meninggalkan.
Ada tiga hal positif yang bisa kita berikan ketika kita harus berpisah dengan
keluarga, saudara, teman, sahabat, atau rekan kerja untuk suatu waktu tertentu.
Tiga hal yang bisa melapangkan jalan kita selanjutnya, tanpa beban, dan memberi
kenangan yang bermanfaat sepanjang masa.
Pertama, ucapkan syukur kepada Tuhan karena diberi kesempatan berkumpul dan
bekerja sama dengan orang-orang yang kita tinggalkan. Berikan ucapan terima
kasih yang ikhlas kepada mereka atas kerja sama, nasehat, peringatan, koreksi
atau apa saja. Karena apa yang kita terima dari mereka, apakah itu kebaikan atau
keburukan, adalah ujian dari yang Maha Kuasa, bahkan mungkin peringatan yang
diberikan Nya melalui orang-orang disekitar kita. Dengan demikian berarti kita
memberikan penghargaan yang tak terhingga kepada mereka dan menimbulkan rasa
bangga bagi yang menerama ucapan terima kasih, dan itu bisa menimbulkan
semangat, motifasi, atau membesarkan hati.
yang terlibat dalam pergaulan, disengaja atau tidak pasti ada kesalahan yang
pernah dilakukan selama itu. Meminta maaf, adalah sebuah jalan untuk menetralkan
dan mencairkan persoalan. Meskipun meminta maaf tidak harus menunggu saat kita
akan berpisah, tetapi melakukan saat waktu-waktu seperti itu akan menimbulkan
kesan yang mendalam, karena siapa tahu ada kesalahan yang tidak kita sadari
telah terjadi, dan kita belum sempat minta maaf.
Ketiga, memberikan wasiat dan nasehat kebaikan. Budaya ketimuran kadang-kadang
kita risi untuk memberikan nasehat yang baik, apalagi saat kita hendak
meninggalkan suatu komunitas. Seringkali kita malah berbasa-basi bahwa semuanya
telah “running well”, sehingga tidak perlu lagi kita berpesan atau berwasiat.
Padahal sudah kewajiban manusia sebagai makhluk yang memberi kebaikan kepada
seluruh alam, untuk selalu berpesan kepada kebaikan. Jadi, sampaikanlah pesan
yang baik kepada mereka yang akan kita tinggalkan dan biarkan pesan itu menjadi
kenangan di hati yang selalu diingat dan tak terlupakan.
Jika kita mampu memberikan yang terbaik buat lingkungan kita, mengapa harus ragu
dan takut membuat perbedaan.
Berapa Banyak yang Telah Kau Berikan Untukku?”
Berapa Banyak yang Telah Kau Berikan Untukku?”
akrab ditelinga kita dan mungkin sering kita tanyakan kepada orang lain baik
itu secara langsung maupun tidak langsung. Saya teringat sebuah ungkapan
kebijaksanaan yang sangat terkenal dari President Amerika Serikat, John F.
Kennedy yang berbunyi, “Jangan pernah tanyakan kepada Negara apa yang telah
Negara berikan kepadamu tetapi tanyakanlah pada dirimu apa yang telah engkau
berikan kepada Negara”. Kurang lebih demikianlah bunyinya.
Dalam menjalani kehidupan seringkali kita selalu mengungkapkan pertanyaan
itu. Dan mungkin setiap hari pertanyaan itu selalu muncul dalam segala aspek
kehidupan kita, soal pekerjaan, soal persahabatan dan tak luput juga soal
percintaan. Malahan terkadang pertanyaan itu semakin lengkap setelah kita
tambahi kalimat seperti, “Dibandingkan dengan apa yang telah kuberikan
kepadamu maka……” atau “Setelah segala sesuatu yang kulakukan untukmu
maka……” atau mungkin “Melihat semua pengorbananku untukmu maka……”.
Tanpa kita sadari telah banyak tekanan yang kita berikan dalam hidup kita
sendiri dan orang-orang yang ada disekitar kita. Pertanyaan diatas
seringkali juga kita sampaikan dalam bentuk lain, contohnya “Aku telah
menolongmu dan lihat apa yang kaulakukan padaku” atau “Masih tidak cukupkah
semua yang kulakukan untukmu” atau seperti ini “Aku sangat mencintaimu namun
mengapa kau menyakitiku”, dan masih banyak lagi bentuk-bentuk tekanan dan
tuntutan yang kita ajukan kepada orangyang ada disekitar kita yang tanpa
kita sadari telah memberikan tekanan dalam hidup kita sendiri.
Hakekat manusia adalah memiliki kelebihan dan kekurangannya. Setiap kita
tentu memilikinya. Namun terkadang kita seringkali melihat sesuatu atau
seseorang dari sudut pandang kita, dari kacamata kita sendiri tanpa pernah
menempatkan diri kita pada sudut pandang mereka. Memang benar bahwa lebih
mudah bagi kita untuk melihat keluar daripada melihat kedalam dan itulah
salah satu kelemahan mendasar yang dimiliki setiap manusia. Meminta atau
menuntut sesuatu merupakan salah satu sifat dasar alamiah yang ada dalam
diri setiap manusia. Sejak masih dalam kandungan secara langsung atau tidak
kita telah meminta dan menuntut dan hal itupun berlanjut hingga kita
melangkahkan kaki ke liang kubur.
Setiap kelemahan mendasar dan sifat dasar alamiah yang kita miliki adalah
sebagian dari elemen-elemen yang membentuk kita dan memberikan kita keunikan
sebagai seorang pribadi atau individu. Namun ada sebagian dari elemen-elemen
itu yang harus kita buang, ubah atau diperbaiki agar dapat memberikan
cirri-ciri menarik dalam kepribadian kita. Tentu hal ini akan sangat baik
dan penting bagi kita sebagai mahluk sosial dalam berinteraksi dengan dunia
yang ada disekitar kita.
sesuatu baik itu bersifat materiil ataupun spiritual. Kebutuhan akan
perhatian, kasih sayang dan kebahagiaan adalah sebagian sebab hingga kita
memiliki tuntutan dan permintaan. Bukanlah hal yang salah jika kita meminta
dan menuntut sesuatu karena itu adalah salah satu sarana bagi setiap manusia
untuk merefleksikan kemanusiaannya. Ketidaksempurnaan segala sesuatu
termasuk kita manusia seringkali mengubah tuntutan dan permintaan itu
menjadi beban bagi kita, bagi orang lain dan bagi hubungan yang kita jalin
dan bangun dengan orang lain. Sehingga bukan kebahagiaan yang kita temukan
namun beban dan sakit hati yang selalu kita dapatkan dari semua permintaan
dan tuntutan itu. Jadi, bagaimana cara menyiasati agar sifat dasar meminta
dan menuntut itu dapat berubah dari kelemahan menjadi kekuatan kita?
“Lebih baik tangan diatas daripada tangan dibawah.” Ungkapan kebijaksanaan
abadi yang memiliki arti yang sangat dalam. Atau dengan bahasa lain dapat
disampaikan sebagai berikut, “Lebih baik memberi daripada menerima”. Inilah
hal yang paling penting yang harus kita bangun dalam jiwa kita. Bagaimana
menemukan kebahagiaan dengan lebih banyak memberi dari pada meminta? Tentu
bukan hal yang mudah untuk merubah pola pikir kita yang selama ini telah
tertanam dan terbentuk selama bertahun-tahun. Perlu kerelaan dan keterbukaan
hati untuk lebih banyak melihat keluar daripada melihat kedalam. Perlu
kemawasan diri untuk mau menempatkan diri dan melihat dari kacamata orang
lain.
Masih lebih baik kita bertanya pada diri kita “Seberapa banyak yang telah
kuberikan kepadanya?” dan jika kita belum menemukan kebahagiaan dan apa yang
kita harapkan dari orang itu maka cobalah untuk melihat dari sudut
pandangnya. Terkadang seseorang menyakitimu ataupun melukaimu bukan karena
dia sengaja atau tak peduli padamu ataupun tak mencintaimu serta tak ingat
akan setiap pengorbananmu namun terkadang banyak hal yang dia sebagai
manusia tak bisa membendungnya. Pasti ada alasan dibalik semua itu dan
itulah saatnya bagi kita untuk melihat dari kacamatanya dan merefleksikan
keadaan tersebut.
Jika kita memberi sepenuhnya dan dapat melihat serta mengerti akan seseorang
maka kita akan menemukan kebahagiaan dibalik ketidaksempurnaan. Dan mungkin
dengan semua itu kita dapat merubah seseorang itu sempurna bagi kita.
Ingatlah, setiap ungkapan kebijaksanaan diatas dan satu lagi, “Love is not
demanding but understanding”. Jadi, jika kau hendak memberi, berikanlah
tanpa pamrih dan jika kau mencintai, cintailah tanpa alasan. Itulah hakekat
kesejatian yang abadi dan niscaya jika kita telah dapat menyelaminya maka
kebahagiaan sejati akan menjadi milik kita.
Nikmati Indahnya Kehidupan Setiap Hari
Nikmati Indahnya Kehidupan Setiap Hari
Hubert H. Humphrey, mantan wakil presiden & senator Amerika.
Setiap hari adalah hari yang sangat indah dan istimewa, di mana pun kita berada dan apa pun yang kita kerjakan. Kehidupan sehari-hari yang indah dan bisa kita nikmati tidak selalu terlihat cantik dan menyenangkan. Karena kehidupan kita ini adalah sebuah proses, yang penuh dengan dinamika, ketidakpastian, perubahan, dan pencobaan dalam bentuk suka maupun duka.
Dikisahkan tentang sebuah fenomena seorang wanita, sebut saja Susi.
Wanita tersebut berlibur bersama suaminya, Hidayat, ke Australia.
Susi sangat tertarik pada sebuah baju yang indah terbuat dari bulu biri-biri. Ia pun membeli baju tersebut dan merencanakan akan mengenakan baju itu bila putri sulungnya diwisuda tahun depan. Baju indah itu pun selalu terbalut plastik dan tergantung rapi di dalam lemari.
Susi sangat bergairah menunggu saat menghadiri acara wisuda itu.
Tetapi ternyata Ia mengalami kecelakaan 6 bulan sebelumnya. Susi terluka sangat parah, dan meninggal dunia saat itu juga. Baju indah itu pun tidak akan pernah dikenakan Susi, dan hari istimewa itu juga tidak akan pernah ada untuknya.
Kejadian tersebut adalah ilustrasi mengapa kita jangan berhenti dan memikirkan satu tujuan saja. Karena sebenarnya kita dapat menikmati setiap detik, menit atau setiap proses perjuangan sebelum berhasil mencapai tujuan. Saya mempunyai tiga tips sederhana supaya kita dapat menikmati indahnya kehidupan setiap hari.
Langkah pertama adalah mengerahkan seluruh kemampuan dan kekuatan kita untuk memilih. Menciptakan pilihan itu sangat penting, karena apa yang kita hadapi saat ini merupakan hasil dari pilihan kita di masa yang lalu. “The history of free men is never written by chance, but by choice. – Sejarah seorang manusia merdeka tidak pernah tercipta secara kebetulan, melainkan tercipta karena pilihan mereka sendiri,” kata Dwight D. Eisenhower.
Langkah kedua adalah menempatkan prioritas. Untuk itu kita harus sering-sering bertanya kepada diri sendiri, “Apa yang paling penting saya kerjakan hari ini? Apa yang harus saya selesaikan hari ini?”
Bila Anda selalu dapat menciptakan dan menjalankan prioritas dengan baik maka hal itu akan menjamin hari-hari Anda istimewa.
Setelah menempatkan prioritas, pastikan Anda fokus pada hari ini.
Kita memang memerlukan target jangka panjang, tetapi kita harus berfokus pada hari ini. Selesaikan tugas hari ini hingga tuntas. Jika Anda berusaha menunda, maka tugas-tugas yang harus Anda selesaikan akan kian menumpuk dari hari ke hari. Penyelesaikan tugas pada hari ini maka akan berdampak pada penyelesaian tugas jangka panjang juga.
Dengan melakukan apa yang terbaik pada hari ini, berarti Anda menjadikan hari ini istimewa.
Selain menggunakan ketiga tips tersebut setiap hari, milikilah rasa syukur dan kesadaran bahwa segala sesuatu yang kita temui setiap hari adalah hadiah (“present”) teristimewa dari Tuhan YME. Sebab tidak semua manusia mendapatkan anugerah kehidupan pada hari yang sedang kita rasakan saat ini. Lagipula, sebenarnya keindahan dan kenikmatan hidup hanya ada di dalam hati, tanpa harus dimengerti oleh pikiran kita. Bila Anda sudah memiliki rasa syukur dan kesadaran tersebut, maka hari-hari Anda akan jauh lebih menyenangkan.
Bila kehidupan kita saat ini mungkin masih nampak sebagai sesuatu yang mengecewakan dan tidak sempurna, tidak pernah ada kata terlambat menjadikan hari-hari kita selalu istimewa dan menyenangkan. “Tidak pernah terlambat untuk menjadi apa yang mungkin Anda capai,” kata George Elliot. Cobalah untuk melaksanakan langkah-langkah seperti yang saya uraikan di atas, sekedar untuk memastikan Anda pun bisa menikmati kehidupan ini setiap hari.
Jadilah Pelita dalam kegelapan
Jadilah Pelita dalam kegelapan
Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita.
Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja
buat saya! Saya bisa pulang kok.”
Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu,
biar mereka tidak menabrakmu.” Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa
pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak
si buta. Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan
buat orang buta dong!” Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.
Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta. Kali ini si buta
bertambah marah, “Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini
supaya kamu bisa lihat!” Pejalan itu menukas, “Kamu yang buta! Apa kamu
tidak lihat, pelitamu sudah padam!” Si buta tertegun.. Menyadari situasi
itu, penabraknya meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’, saya tidak
melihat bahwa Anda adalah orang buta.” Si buta tersipu menjawab, “Tidak
apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.” Dengan tulus, si
penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun
melanjutkan perjalanan masing-masing.
Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta
kita. Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun,
“Maaf, apakah pelita saya padam?” Penabraknya menjawab, “Lho, saya justru
mau menanyakan hal yang sama.” Senyap sejenak. secara berbarengan mereka
bertanya, “Apakah Anda orang buta?” Secara serempak pun mereka menjawab,
“Iya.,” sembari meledak dalam tawa. Mereka pun berupaya saling membantu
menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.
Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia
menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun
berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta. Timbul pikiran
dalam benak orang ini, “Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya
bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat
jalan mereka.”
kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan,
melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!).
Si buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin,
keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang
lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya
sendiri. Dalam perjalanan “pulang”, ia belajar menjadi bijak melalui
peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati
karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain.
Ia juga belajar menjadi pemaaf.
Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran,
yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk “membuta” walaupun mereka
bisa melihat.
Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang
sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka
bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta,
sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu.
Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita.
Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat
pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya
untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana.
Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya
memiliki pelita kebijaksanaan.
Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah, apakah
nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA, bagi diri
kita sendiri dan sekitar kita.
Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan: Sejuta pelita dapat dinyalakan
dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. Pelita
kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi.
Bila mata tanpa penghalang, hasilnya adalah penglihatan. Jika telinga tanpa
penghalang, hasilnya adalah pendengaran. Hidung yang tanpa penghalang
membuahkan penciuman. Pikiran yang tanpa penghalang hasilnya adalah
kebijaksanaan.
Teruslah Berlari
Teruslah Berlari
– Pas Band feat. Tere dalam ‘Kesepian Kita’
HARI sudah gelap. Sebagian lampu-lampu di stadion telah dipadamkan. Pertandingan lari marathon memang sudah lama berakhir. Tiga peraih medali, sudah berganti baju. Pesta di antara mereka sudah berlangsung. Di lapangan, meski masih tersisa beberapa pertandingan atletik, namun penonton sudah tidak sebanyak siang sebelumnya.
Setelah lewat satu jam setelah lomba usai, tiba-tiba penonton dikejutkan pengumuman oleh panitia dari pengeras suara. Pertandingan ternyata belum usai. Masih ada satu pelari lagi yang akan memasuki stadion. Gemuruh tepuk tangan pun membahana di stadion saat seorang pelari mulai memasuki stadion. Para penonton berdiri dan memberikan standing ovation pada pelari bernomor 36 itu.
Langkah sang pelari tak mulus lagi. Bahkan langkahnya sempat terhenti saat memasuki pintu stadion. Sejenak dia tampak meringis menahan sakit, tapi tekadnya sungguh mengalahkan segalanya. Dengan kaki terbebat perban, dengan langkah yang tak sempurna, dia menuju garis finish pada lintasan lari tersebut.
Beberapa menit kemudian, dia pun menyempurnakan tugasnya. Dia menjadi pelari terakhir yang sanggup menyelesaikan jarak 42 kilometer. Pelari asal Tanzania itu menjadi pelari ke 57. Sebelas lainnya memilih menyerah dan ogah menuntaskan pertandingan. Walau menjadi pelari paling buncit, toh sejarah mencatatnya sebagai pelari berhati baja, kukuh bagai karang dalam mengemban sebuah tugas. Tak aneh bila gelar ’a King without crown’ atau ’Raja Tanpa Mahkota’ disematkan padanya.
Itulah sekelumit peristiwa yang terjadi di Mexico City, 42 tahun silam. Saat itu, Meksiko menjadi tuan rumah Olimpiade yang ke 19. Adalah John Stephen Akhwari, pria kelahiran pada 1938 di Mbulu, Tanganyika, Tanzania, membuat catatan penting yang akan dikenang sepanjang masa.
Setelah usai, Akhwari ditanya oleh wartawan mengapa ia terus berlari. Akhwari menjawab sederhana, “Negaraku tidak mengirim aku sejauh 5000 mil ke Mexico City untuk memulai perlombaan. Mereka mengirim aku untuk menyelesaikannya.”
Akhwari tak ingin mengecewakan negara dan seluruh rakyat Tanzania. Karena Akhwari berangkat mengikuti Olimpiade tersebut menggunakan uang yang berasal dari rakyat Tanzania. Negaranya tidak mengirimkannya untuk hanya memulai lomba, tapi juga untuk mengakhirinya. Ribuan dollar uang rakyat harus disisihkan untuk memberangkatkan seorang atlet ke Olimpiade. Tak pelak, Akhwari memberikan inspirasi bagi banyak orang. Bukan karena ia meraih emas. Tapi karena dedikasinya menyelesaikan lomba walau dalam keadaan luka parah.
Dedikasi Akhwari, membuat namanya digunakan oleh ’John Stephen Akhwari Athletic Foundation’, sebuah organisasi yang mendukung pelatihan atlet Tanzania untuk Olimpiade. Akhwari juga diundang untuk Olimpiade tahun 2000 di Sydney, Australia. Dan kemudian juga muncul di Beijing sebagai duta dalam persiapan untuk Summer Olympics 2008.
Kisah Akhwari tak bisa dilakukan banyak orang. Bisa jadi hanya dialah sendiri yang mampu melakukannya. Namun bagi kita, perjuangan Akhwari tetap menjadi istimewa. Dia tidak hanya menanamkan mimpi di kepalanya untuk menjadi terbaik, tapi juga mencapainya dengan semaksimal mungkin.
Hambatan yang ada hanyalah riak kecil yang harus dihadapi dan ditaklukkan. Sejatinya hambatan yang ada di depan mata bukanlah rintangan, melainkan tantangan. Bagaimana kita bisa menaklukkannya adalah tergantung pada niat dan keinginan yang kita miliki. Akhwari dengan tekad yang kuat, dan keteguhannya mengemban amanat adalah sebuah dorongan yang teramat dahsyat untuk menaklukkan semua masalah. Teruslah berlari menggapai mimpi-mimpimu.
Mentalitas Penemu
Mentalitas Penemu
Atau, Anda mungkin masih ingat dengan berbagai iklan tentang plester untuk luka. Masih ingat kan dengan iklan tentang anak yang bersepeda, terjatuh dan terluka. Lantas, oleh orangtuanya diberikan plester penutup lukanya. Nah, bagaimanakah penemuan plester luka ini terjadi? Ternyata, plester luka itu pertama kali diinpirasikan oleh seorang koki wanita yang tidak berpengalaman bernama Earl Dickson. Karena kurang trampil, ia seringkali memotong jarinya sendiri saat potong sayur. Akhirnya, oleh suaminya Dickson, yang saat itu bekerja di Johnson and Johnson, ia membuatkan semacam penempel yang dikasih pembalut yang akan segera bisa dipakai saat istrinya terluka. Ternyata, upaya menolong istrinya ini menjadi cikal bakal penemuan plester luka yang luar biasa.
Begitupun, seorang pembuat permen coklat bernama Clarence Crane, selalu menemukan bahwa coklatnya selalu lumer di saat-saat hari yang panas. Pernah suatu kali, saat sedang mengirim coklatnya, semua coklatnya lumer di alat angkutan sehingga pelanggannya marah-marah. Hal paling buruk terjadi di tahun 1913, ketika para pelanggannya menghentikan pesanan permen coklatnya sampai masalah lumernya coklat bisa teratasi. Akhirnya, untuk mengatasi masalah ini, Clarence mulai memeras otak memikirkan apa yang harus diperbuat untuk menyelamatkan bisnisnya. Akhirnya, Clarence mulai bereksperimen dengan permen yang bisa dibuat lebih keras. Masalahpun muncul, karena yang tersedia saat itu adalah mesin-mesin pembuat obat-obatan. Akhirnya, dengan cerdik, Clarence membuatkan permen yang lebih keras, yang kecil tetapi plus lubang putih ditengahnya (akibat cetakan mesin obatnya). Akhirnya, inilah cikal bakal permen terkenal ya luar negeri, permen ini disebut sebagai life savers.
Peristiwa Sehari-hari Menjadi Inspirasi
Pembaca, berbagai contoh penemuan di atas adalah kisah penemuan yang berawal dari pengalaman sehari-hari. Berbeda dengan para ahli dan penemu yang berkutat di laboratotium atau lokasi riset yang memang dikhususnya untuk mendesain penemuan, rata-rata mereka menemukannya dalam perisitiwa sehari-hari. Mereka justru mendapatkan idenya dari pengalaman, dari peristiwa serta masalah yang mereka hadapi sehari-hari. Tetapi, justru itulah yang menarik, oleh karena ditemukan dari kehidupan sehari-hari, alat-alat yang mereka temukan pun seperti earmuff, plester luka maupun permen life savers di atas, menjadi barang yang praktis dan dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari serta praktis.
Termasuk diantaranya pula contoh penemuan praktis yang terkenal yakni penemuan penting yang berasal dari seorang pelukis gagal, yang kemudian menjadi seorang sekretaris. Semuanya, dimulai dari persoalan yang sepele. Setiap kali salah mengetik, ia selalu merasa kesulitan. Akhirnya, mulailah ia menggunakan kemampuan mengecatnya untuk menutup kesalahan pengetikan di mesin tiknya. Tidak disangka-sangka bahwa idenya ini kemudian menjadi inspirasi untuk membuat cairan pemutih yang banyak dipakai untuk mengkoreksi tulisan. Dialah Bette Graham. Dan di tahun 1980, perusahaan pembuat cairan putih untuk koreksi kesalahan itu akhirnya terjual lebih dari 47 juta dollar. Sebuah angka yang fantastis, untuk sebuah penemuan yang begitu kebetulan.
Melatih Mata Inspirasi Kita
Kebanyakan dari kita saat melihat permasalahan dan problem yang kita hadapi, biasanya adalah mengeluh, menyalahkan ataupun mengkritik. Akibatnya, yang seringkali terjadi, masalah-masalah dari kehidupan kita, justru melemahkan dan tidak menginspirasi. Kita pun lebih banyak menyalahkan situasi dan melihat persoalan sebagai sebuah kemalangan, bukan sebagai keberuntungan. Saat kita melihat itu sebagai ketidak beruntungan, maka diri kita pun merasa tidak berdaya dengan masalah yang kita hadapi (helpless). Dan lebih parahnya lagi, diri kita pun bahkan jadinya tidak tertarik sama sekali untuk melakukan sesuatu untuk memperbaiki situasi (effortless) . Akhirnya, peristiwa ataupun masalah yang kita hadapi pun menjadi sesuatu yang tidak memberdayakan, malah cenderung mencelakakan.
Tidak Menyerah Dulu Pelajaran penting yang bisa kita dapatkan dari beberapa penemuan di atas adalah ketidakinginan mereka untuk menyerah dengan situasi. Andaikata nenek Chester Greenwood menasihatinya untuk mengurangi niatnya lebih lama ber-ice skating, sementara Dickson menasihati istrinya untuk berhenti jadi koki, mungkin berebagai penemuan-penemuan tersebut tidak akan pernah terjadi.
Belajar dari berbagai pengalaman tersebut, salah satu mental penting untuk memiliki mental penemu adalah melihat masalah, lantas dengan gigih berupaya memikirkan berbagai cara untuk mengatasi masalah tersebut. Dan ternyata, dari berbagai alternatif yang dipilih tersebut, beberapa diantaranya berubah menjadi penemuan yang berharga. Dengan demikian, pengalaman penemuan ini memberikan kepada kita pembelajaran agar jangan berpikir untuk mengganti masalah tetapi gantilah solusinya. Berbagai problem dan masalah akan tetap terjadi dalam kehidupan kita, tetapi bagaimanakah kita berupaya mencari solusinya, itulah akhirnya akan berdampak munculnya alternatif solusi yang lebih baik. Bahkan beberapa diantaranya, tak jarang berujung pada penemuan-penemuan yang tak terduga.
Latar Belakang Beda Justru Berguna
Ternyata, banyak penemu yang berlatar belakang berbeda dengan apa yang ditemukannya. Sama seperti cairan putih pengkoreksi kesalahan yang ditemukan oleh seorang sekretaris berlatar belakang seniman. Begitu pun pisau lipat serbaguna yang ditemukan oleh seorang pemancing ataupun sistem telepon langsung yang justru ditemukan oleh seorang penjual peti mati! Berbagai kejadian ini memberi inspirasi bahwa semakin berbeda latar belakang seseorang maka semakin besar peluang untuk menemukan ide-ide kreatif untuk memecahkan sebuah masalah.
Masalah terbesar dengan orang-orang yang terjebak dan ruitinitas dan pekerjaannya sehari-hari dengan `nrimo’ dengan apa yang menjadi problem kesehariannya adalah ketumpulan mereka dalam berpikir. Saat ditanya bagaimana mereka akan memecahkan problemnya, mereka biasanya akan memberikan respon,”Memang udah begini masalahnya. Dan inilah yang harus kamu terima!”. Dan akibatnya merekapun tidak melihat adanya masalah yang harus dipecahkan. Bayangkanlah kejadiannya mirip seperti kejadian Bette Graham yang mungkin telah dinasihati berkali-kali, “Sebagai sekretaris kamu harus mengetik hati-hati, karena kalau salah maka kamu mesti mengulanginya lagi dari awal”. Bayangkanlah kalau Graham Bette kemudian menerima kondisi ini sebagai kenyataan yang harus diterima setiap sekretaris, maka dunia tidak akan pernah diuntungkan oleh penemuannya. Tetapi, justru karena latar belakangnya sebagai pelukis, memberikannya keuntungan. Akhirnya, kebiasaan mencampur catpun dipakainya sebagai sebuah ide untuk mengkoreksi tulisan yang salah.
Dengan demikian, semoga tulisan kali ini menginspirasi kita untuk belajar melihat peluang `penemuan’ baru dari kejadian yang kita alami sehari hari. Pertama, jangan lagi melihat masalah sebagai sesuatu yang celaka. Kedua, perbesar mata Anda untuk melihat alternatif dan ketiga, jutsru gunakan ilmu dan pengetahuan yang lain dalam melihat permasalahan yang Anda alami sekarang. Selamat menemukan hal-hal baru.
Bicara Dengan Bahasa Hati
Bicara Dengan Bahasa Hati
Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.
Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.
Semua itu haruslah berasal dari hati anda.
Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula.
Anda tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya dengan
merengkuhnya dalam lengan yang kuat. Atau, membujuknya dengan berbagai
gula-gula dan kata-kata manis. Anda harus mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang jauh di dalam dada anda.
Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada keberhasilan anda
Membayar Harga Sebuah Cita-cita
Membayar Harga Sebuah Cita-cita
mengembara, Sun Tzu telah mengalami banyak sekali kejadian. Ia pernah
menjadi budak, pelayan, pedagang, prajurit, bahkan menjadi pejabat
pemerintahan. Pahit getirnya kehidupan dia jalani demi sebuah cita-
cita, demi sebuah karir. Berbekal pengalaman itulah akhirnya Sun Tzu
berhasil menyelesaikan karya tulisnya, yaitu 13 Bab Strategi Perang.
Apa yang bisa dipetik dari pengalaman perjalanan Sun Tzu itu? Makna
dari pengembaraan Sun Tzu itu adalah, seseorang boleh mengalami pahit
getirnya perjalanan hidup. Tetapi dia tidak boleh berhenti dan tidak
boleh kehilangan tujuannya semula. Tidak boleh kehilangan arah cita-
citanya. Tidak boleh kehilangan impiannya.
Jadi, kita harus berani membayar harga dari sebuah cita-cita yang
besar. sebab cita-cita selalu membutuhkan perjuangan dan pengorbanan.
Selain perjuangan dan pengorbanaan, cita-cita besar membutuhkan
ketekunan, keuletan, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang luar
biasa.
luar biasa kepada seseorang untuk menjalani hidup yang keras. Sebuah
impian yang pasti mempunyai suatu titik target yang pantas dikejar.
Cita-cita besar tidak mungkin dicapai hanya dengan target kecil serta
usaha yang biasa-biasa saja. Cita-cita besar, impian besar, harus
diraih melalui target-target yang menggairahkan. Target yang
mendorong kita mengerahkan seluruh daya upaya kita. Target yang mampu
menyemburkan hasrat sangat kuat untuk meraihnya. Membuat kita
berusaha sekeras-kerasnya. Bahkan membuat kita berani memaksa diri
kita sampai target itu tercapai.
Sebab seperti kata-kata mutiara yang saya tuliskan; “Jika kita keras
di dalam, maka kehidupan akan lunak kepada kita. Sebaliknya, jika
kita lunak di dalam, maka kehidupan akan begitu keras kepada kita”.
Cita-cita yang besar tidak bisa diraih dengan sikap mental yang
lunak.
Janji yang tak hanya sekedar janji
Janji yang tak hanya sekedar janji
mengklaim diri sebagai harga termurah dan kemudian Anda tahu bahwa
harga di toko lain ada yang jauh lebih murah? Bagaimana perasaan Anda
saat itu? Sedikit-banyak pasti ada perasaan telah “ditipu”
atau “dikadalin”. Jangan kecil hati. Saya pun pernah mengalaminya
berkali-kali. Bahkan baru beberapa hari lalu, saya mengalaminya lagi.
Saat itu, saya dan istri saya (Trifa) membeli shaver di sebuah
hypermarket kelas Internasional yang ada di sebuah mal besar di
Bandung. Harga alat cukur tersebut Rp 199.000. Kami membayarnya
dengan kartu kredit saya.
Setelah keluar dari hypermarket tersebut, kami melangkahkan kaki ke
sebuah toko buku besar yang kebetulan juga terletak dalam mal
tersebut, namun berbeda lantainya. Kami benar-benar kaget ketika
secara tidak sengaja melihat alat cukur tersebut ternyata dijual
dengan harga cuma Rp 125.000 pada counter konsinyasi di toko buku
tersebut.
Kami tentu langsung merasa “diperdaya”. Sejujurnya bukan masalah
uangnya namun karena hypermarket tersebut mengklaim diri sebagai yang
termurah. Bahkan hypermarket asing ini memiliki dua program untuk
menjamin klaim tersebut yaitu barang kami beli kembali (jika tempat
lain ada yang lebih murah) atau diganti selisihnya (dari harga di
tempat lain).
Segera kami kembali ke hypermarket tersebut dan menemui bagian
pengaduan pelanggan. Petugas tersebut cukup ramah melayani kami.
Salut! Ia mengatakan akan mengembalikan uang kami (mendebet kembali
kartu kredit yang telah digosok untuk pembayaran tadi) jika kami bisa
membuktikan harga di toko buku tersebut jauh lebih murah. Jaminan
pernyataan inilah yang membuat kami mau capek-capek kembali lagi ke
toko buku yang selisih beberapa lantai dengan hypermarket tersebut.
Kami lantas membeli alat cukur di toko buku tersebut. Sayangnya,
ketika kami kembali lagi ke bagian pengaduan pelanggan hypermarket
tersebut, ia melayani kami lumayan lama. Yang membuat kami heran
bercampur bingung adalah ketika sang petugas ini menyampaikan pesan
dari pimpinannya. “Barusan di telepon beliau bilang, lain kali, lebih
baik bapak dan ibu cek dulu harga di toko buku tersebut sebelum
berbelanja di tempat kami,” katanya.
Spontan kami kaget! Saya lalu mengatakan kepada petugas ini, kalau
itu prosedur standar yang harus kami lakukan sebelum berbelanja di
hypermarket tersebut, itu artinya janji harga termurah hanyalah
gombal belaka. Artinya, ia harus mengganti kampanye
menjadi, “Waspadalah! Waspadalah! Sebelum berbelanja di tempat ini,
Anda harus melakukan pengecekan harga ke toko lain.”
mengatakannya toh saya bisa membacanya dari raut wajahnya yang
kemerahan. Saya cukup bersimpati kepadanya apalagi setelah ia
mengembalikan uang kami. Yang saya sayangkan adalah sikap pimpinannya
yang kurang peduli akan janji yang telah dikampanyekan sejak
hypermarket ini pertama kali buka di Bandung. Artinya, komunikasi
tentang program itu sebenarnya tidak jelas dan tidak ada
pendelegasian yang mantap sehingga sang petugas di lapangan
(frontliner) harus bolak-balik menelpon sang pimpinannya.
Jika hal ini ditarik ke dalam konteks kepemimpinan dan pemasaran maka
ada beberapa pelajaran penting yang bisa kita petik. Pertama, janji
adalah utang. Sekali Anda berjanji, sebaiknya Anda menepatinya.
Pelanggan tidak peduli proses yang harus Anda tempuh untuk menepati
janji tersebut sebab yang diinginkannya adalah hasil akhirnya (end
result) meski sebagian pelanggan barangkali bisa berempati kepada
Anda jika Anda mengalami kesulitan dalam proses menepati janji
tersebut.
Kedua, janji sebuah perusahaan haruslah dikomunikasikan kepada
seluruh orang dalam perusahaan itu, terutama para frontliner di
bagian pengaduan pelanggan. Mentor saya dalam bidang marketing, Pa
Hermawan Kartajaya pernah berkata, “Sebagai perusahaan yang berjiwa
marketing maka setiap orang di dalam perusahaan tersebut hendaklah
memiliki rasa tanggung jawab untuk memasarkan perusahaan tersebut,
tidak hanya orang yang berada di divisi marketing!” Pernyataan itu
sangat tepat. Minimal karena citra perusahaan berada di tangan semua
karyawan, tidak hanya di divisi atau lapisan tertentu.
Ketiga, pendelegasian yang bertanggung jawab akan sangat membantu
dalam upaya menangani pelanggan yang kecewa. Artinya, frontliner di
bagian pengaduan pelanggan diberikan hak dalam batasa tertentu untuk
langsung melayani pelanggan yang kecewa tanpa harus meminta petunjuk
kepada atasannya.
Terus-terang, saya adalah pelanggan cukup loyal hypermarket tersebut.
Sayang kan, hanya karena satu perkara kecil, hubungan baik yang telah
terbina selama ini menjadi rusak. Lagipula, kasus seperti ini dapat
berdampak sangat buruk bagi citra perusahaan. Barangkali Anda masih
ingat survai tentang pelanggan yang kecewa? Biasanya ia akan
menceritakan hal itu kepada 8 – 12 orang. Sebaliknya, kalau ia puas,
ia akan menceritakan hanya kepada 2 – 4 orang. Kabar buruk memang
lebih cepat menyebar.
Semoga kita semua bisa memetik pelajaran berharga dari peristiwa
sederhana ini.
Sumber: Janji oleh Paulus Winarto. Paulus Winarto adalah pemegang 2 Rekor Indonesia dari Museum Rekor Indonesia (MURI) yakni sebagai pembicara seminar yang pertama kali berbicara dalam seminar di angkasa dan penulis buku yang pertama kali bukunya diluncurkan di angkasa.
cerita cinta mengharukan
Cerita Cinta Mengharukan Sedih Banget
“Sherly, ini burung kertasku yang ke 1001. Dalam burung kertas ini aku mengharapkan adanya kejujuran dan keterbukaan antara aku dan kamu. Aku akan segera melamarmu dan kita akan segera menikah. Semoga kita dapat mencintai sampai kita menjadi kakek nenek dan sampai Tuhan memanggil kita berdua ! “
“Ndre, senang sekali aku mendengar semua itu, tetapi aku sekarang telah memutuskan untuk tidak menikah denganmu karena aku butuh uang dan kekayaan seperti kata orang tuaku!”
”Ndre, sekarang kami jatuh miskin. Harta kami habis untuk biaya pengobatan Sherly yang terkena kanker rahim ganas. Sherly menitipkan sebuah surat kepada kami untuk diberikan kepadamu jika kami bertemu denganmu.”
“Ndre, maafkan aku. Aku terpaksa membohongimu. Aku terkena kanker rahim ganas yang tak mungkin disembuhkan. Aku tak mungkin mengatakan hal ini saat itu, karena jika itu aku lakukan, aku akan membuatmu jatuh dalam kehidupan sentimentil yang penuh keputus-asaan yang akan membawa hidupmu pada kehancuran. Aku tahu semua tabiatmu Ndre, karena itu aku lakukan ini. Aku mencintaimu Ndree……….. “
Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana
Doa Bertemu Jodoh Untuk Wanita
Doa Bertemu Jodoh Untuk Wanita
Bagi anda yang wanita yang masih belum bertemu jodoh, dan ingin mendapatkan jodoh yang baik, seorang lelaki yang beriman, dan berakhlak soleh, amalkan doa bertemu jodoh di bawah ini.“Ya Allah, jadikanlah daku dikasihi pada hati-hati mereka yang beriman dan gembirakanlah daku dengan kekayaan sehingga memperolehi seratus dua puluh kebaikan. Allah adalah sebaik-baik pemelihara dan Dia amat mengasihi daripada segala-galanya.”
Mudah-mudahan doa yang dibaca ini akan dimakbulkan Allah s.w.t dan dipertemukan jodohnya untuk anda. Amin…
5 Tips Utama Untuk Menjadi Pakar Cinta
Anda sebenarnya boleh menjadi seorang Pakar Cinta. Semua orang! Tidak ada yang terkecuali. Malah anda juga boleh menggantikan kami di Tentang Cinta!
Apa yang penting, anda perlu memahami lima tips utama ini untuk menjadi seorang yang pakar dalam percintaan.
Anda perlu banyak membaca. Baca sebanyak mungkin buku, artikel atau ebook berkenaan perhubungan dan percintaan. Dapatkan segala ilmu-ilmu yang perlu anda tahu dalam bab bercinta ini.
2. Mendengar masalah
Daripada masalah orang, anda akan belajar masalah-masalah yang sering dihadapi orang lain. Daripada situ anda akan dapat memahami corak masalah yang berlaku dalam percintaan dan anda akan dapat selesaikannya daripada ilmu yang anda peroleh dari hasil pembacaan anda tadi.
3. Pelajari daripada orang lain
Anda juga boleh ikuti seminar-seminar dalam membentuk perhubungan atau percintaan yang sering diadakan di sekeliling anda. Atau pun anda boleh belajar daripada pengalaman rakan-rakan anda dalam menyelesaikan masalah mereka dalam percintaan. merupakan platform mudah untuk anda pelajari daripada orang lain.
Bila Kekasih Lama Datang Kembali, Apa Pendapat Anda?
Dulu, anda pernah berkenalan rapat dengan seseorang. Dia seorang kekasih yang baik, caring, dan pandai mengambil hati anda.
Tetapi disebabkan si dia ingin sambung study di oversea, perhubungan
anda berdua terhenti di situ. Masing-masing membawa haluan sendiri.
Dengan harapan, jika ada jodoh anda berdua akan berjumpa lagi.
Malangnya… Anda jenis yang tidak boleh keseorangan. Anda perlukan teman.
Selepas beberapa bulan, anda berkenalan pula dengan kekasih anda yang
sekarang ini. Dia pun ok. Baik hati, peramah, dan juga pandai menjaga
hati anda. Anda rasa happy dengann
Wahai Sayang Yang Bukan Sayangku
Teman.. Pernahkah kamu merasa satu ketika, kamu ditemukan dengan
seseorang yang benar-benar satu kepala denganmu, sehingga kamu merasa
dia sebagai teman sejiwamu, tapi kamu harus merasakan penderitaan yang
teramat sangat kerana bagaimanapun ‘dia bukan untukmu?
Teman.. Pernahkah kamu ingin menangis sekuatnya dan membiarkan
seluruh dunia mengetahui betapa dalamnya luka di hatimu ketika ‘dia yang
bukan untukmu’ bagaimanapun juga tak akan boleh kamu lenyapkan dari
hati dan fikiranmu?
Teman.. Pernahkah kamu ingin berteriak melepas semua beban dari
hatimu namun ‘dia yang bukan untukmu’ itu berada semakin kuat dalam
hatimu?
Teman.. Pernahkah kamu begitu merindukannya, bahkan dalam tidurmu
kamu masih dan tetap merindukannya walaupun hampir setiap hari kau tahu
kamu boleh berjumpa dengan ‘dia yang bukan untukmu’ itu?
Teman.. Pernahkah kamu terus dan terus berusaha untuk menjaga hatimu
dan mengisi relung jiwamu dengan terus ‘taqarrub Ilallah’ kerana
walaupun kamu sedar bahawa semua ini telah digariskan oleh Allah Tuhan
Sekalian Alam sebagai ujian bagimu, kerana Dia teramat menyayangimu?
Syarat Untuk Bahagia
Untuk bertemu dengan orang yang tepat, kamu harus memainkan peranan
yang penting juga. Ini kerana sedikit sebanyak sikap kamu mempengaruhi
hubungan yang dijalin. Jadi berikut adalah empat syarat penting yang
harus ada dalam diri kamu andai ingin cinta berakhir bahagia….
1. Cintailah Diri Sendiri Sebelum Kamu Mencintai Orang Lain
Kebanyakan dari kamu apabila bercinta sanggup mengetepikan kemahuan,
keinginan serta keperluan diri sendiri demi insan yang bergelar kekasih.
Inilah kesilapan paling besar. Andai kamu sendiri tidak belajar
menyayangi diri sendiri bagaimana orang lain ingin menyayangi diri kamu.
Jadi pastikan kamu sayang diri sendiri terlebih dahulu sebelum kamu
ingin menyayangi orang lain.
2. Punya Pendirian Yang Tetap
Seorang yang punya pendirian akan tahu apa yang dia inginkan untuk diri
dan tidak akan berubah mengikut cara orang lain biarpun orang yang di
sayanginya. Inilah yang terbaik kerana apabila kamu tidak berpendirian,
itulah yang menjadi punca hidup mudah dikongkong atau ditentukan oleh
orang lain. Ini secara tidak langsung membuka ruang untuk orang
mempermainkan hati kamu.
3. Bahagikan Hidup kamu Dengan Hal-hal Yang Lain
Paling sering berlaku, apabila kamu telah menyayangi seseorang sepenuh
hidup kamu akan di habiskan untuk si dia sahaja. Segala hobi dan
aktiviti kamu turut dihentikan demi untuk memberi perhatian pada si dia.
Namun jangan lupa hidup ini bila kita hanya bergantung pada seseorang
dan satu hal sahaja iaitu cinta, inilah punca utama yang boleh membuat
kamu kecewa teramat sangat apabila hubungan yang dibina terputus di
tengah jalan. Jadi belajarlah membahagikan hidup kamu dengan cinta,
kerjaya, keluarga, hobi dan sebagainya. Percayalah kamu akan rasa hidup
akan lebih lengkap dan bahagia bila bijak membahagikan segala-galanya
dengan baik dan teratur.
4. Berkorban Biarlah Berpada-Pada
Ada yang sanggup bersusah payah dan menyakiti hati sendiri demi melihat
orang yang disayangi bahagia. Tidak salah untuk berkorban namun
berpada-padalah. Jangan terlalu meletakkan diri kamu serendah-rendahnya
hingga sanggup biarkan diri sendiri merana semata-mata mahu
menggembirakan orang lain. Hidup ini dalam hal apa pun perlu seimbang.
Sekiranya si dia ingin gembira maka kamu juga ada hak untuk rasa
sebegitu rupa.
Cemburu Tanda Sayang, Tapi Jangan Berlebihan
Dalam sesebuah perhubungan, tidak salah jika ada perasaan marah atau cemburu kerana ia sudah adat cuma jangan berlebihan.
Emosi marah tidak harus menguasai diri kerana ia hanya akan mendatangkan keretakan dalam hubungan.
Mengikut kajian pakar, hampir 80 peratus keretakan dalam perhubungan
berpunca apabila perasaan marah dijadikan perasaan utama. Ini berlaku
apabila setiap kali wujud krisis dalam hubungan, setiap pasangan akan
mula berfikir untuk memutuskan hubungan dan mencari pengganti yang
mungkin lebih memahami perasaan diri yang sebenarnya.
Kadangkala masalah kecil diperbesarkan sedangkan masalah itu boleh
diselesaikan dengan berbincang antara satu sama lain. Tetapi apabila
perasaan marah sudah menguasai diri dan hubungan berakhir, lazimnya ia
berlaku dengan alasan tiada jodoh dan sefahaman.
Memang benar jodoh itu di tangan Tuhan tetapi kita berhak berusaha agar jodoh kekal bersama orang tersayang.
Tetapi jangan hanya sebelah pihak saja berusaha. Usaha mesti dilakukan kedua-dua pihak untuk mendapatkan hasil lebih memuaskan.
Satu lagi perasaan yang perlu diatasi adalah cemburu. Tidak salah
untuk rasa cemburu tetapi biarlah berpada-pada. Memang benar cemburu
tandanya sayang tetapi jangan melampaui batas.
Tidakkah rasa sia-sia hubungan yang dijalin sekian lama terputus begitu saja hanya disebabkan cemburu pada pasangan?
Ramai yang memperkatakan soal cemburu malah pelbagai cara untuk mengekang perasaan cemburu daripada terus menyelubungi hidup.
Terdapat dua langkah yang boleh diambil untuk mengelakkan perasaan cemburu mengawal hidup kita iaitu jujur dan setia.
Memang ada perkara yang tidak memungkinkan kita berterus terang tapi
bagi mengelakkan pasangan memikirkan perkara yang bukan-bukan, lebih
baik jujur dan berterus terang dengan pasangan bagi mengelakkan
perselisihan faham berterusan.
Jika jujur pada pasangan, sudah pasti dia akan menaruh kepercayaan dan mengekalkan perhubungan itu hingga ke akhir hayat.
Kesetiaan juga memainkan peranan penting kerana jika kita sayangkan pasangan, sudah pasti kita juga akan setia padanya.
Jika sayangkan seseorang, sudah pasti kita tahu siapa yang ada di
hati. Jadi, apabila sentiasa mengingati pasangan, amat mudah untuk kita
mengelakkan diri daripada berlaku curang pada pasangan.
Cinta terasa indah apabila ke mana saja kita pergi, si dia sedia
menemani tetapi terasa pahit apabila kita ternampak pasangan berjalan
berdua-duaan bersama insan lain.
Apapun, jangan biarkan marah dan cemburu terlalu menguasai diri.
Berikut sedikit panduan untuk membantu kita menjauhi rasa marah dan
cemburu, sekali gus mengekalkan keindahan hubungan bersama si dia:
* Jangan sesekali memungkiri janji.
* Sentiasa jujur kepada si dia kerana wanita atau lelaki memang benci apabila ditipu.
* Beritahu si dia mengenai sesuatu perkara dengan tepat.
* Jika si dia dalam keadaan bermasalah, sentiasa menggembirakannya.
* Andai anda jujur, si dia akan setia kepada anda.
* Jangan terlalu mengongkong dirinya kerana dia juga inginkan kebebasan.
20 Tips Dalam Percintaan
1. Adalah sesuatu yg menyeronokkan apabila kamu menyatakan bahawa
hanya dia seorang sahaja yg kamu cintai untuk selama-lamanya dan tidak
akan ada duanya.
2. Paling menarik apabila kamu sekali sekala mengirimkan kad ucapan
yang di buat sendiri. Jangan tunggu sehingga hari jadinya atau pada hari
kekasih hari-hari biasa juga kamu boleh meluahkan perasaan cintamu
padanya.
3. Setiap saat kamu harus mengingatinya dalam sebarang pekerjaan yang
kamu lakukan. Percayalah apabila kamu mengingatinya si dia juga pasti
akan mengingatimu
4. Sentiasa berkongsi rahsia dengannya. Si dia akan merasakan dirinya
amat penting dalam hidup kamu kerana dalam semua hal kamu tidak pernah
berahsia dengannya.
5. Setiap kali si dia melakukan kesilapan jangan sesekali
merendah-rendahkannya. Tugas kamu adalah beri sokongan padanya agar
bangkit memperbaiki kesilapan bukan membuatkan dia lebih rasa rendah
diri.
6. Jangan malu untuk beri mesej ataupun ucapkan sendiri padanya kamu
rindukan dia terutama apabila si dia tidak ada di sampingmu walaupun
sesaat.
7. Jangan terlampau berdandan sehingga membuatkan si dia bosan denganmu.
8. Lelaki juga sukakan hadiah tetapi mereka tidak tunjuk jadi apa
kata yang perempuan sekali sekala berilah si dia hadiah walaupun hari
jadinya lambat lagi. Begitu jugalah dengan lelaki yang sememangnya sudah
sedia maklum perempuan suka terima hadiah. Berbunga-bunga hati bila
kamu beri hadiah padanya.
9. Janganlah rasa terlalu kecewa sekiranya si dia terlupa melakukan sesuatu yang kecil untukmu.
10. Jangan bandingkan dirinya dengan sesiapa kerana si dia akan menganggap kamu lebih suka orang lain darinya.
11. Raikan hari jadinya dan lakukan kejutan dan sambutan yang berlainan setiap tahun.
12. Belajarlah membuat keputusan sendiri. Jangan sekadar menyerahkan kepadanya bulat-bulat untuk membuat keputusan.
13. Jangan selalu menganggap si dia boleh membaca semua yang ada dalam hatimu. Belajarlah berterus terang…
14. Setiap malam telefonlah si dia untuk mengucapkan selamat malam.
15. Jika dia membayar tiket wayang, apa salahnya kamu pula yang membeli makanan dan minuman ringan.
16. Hargailah ‘privacynya’ jangan sesekali menceroboh membaca diarinya.
17. Sekiranya ada kelapangan, ajaklah si dia bercuti.
18. Jika kamu mempunyai lesen memandu janganlah biarkan hanya si dia
sahaja yang memandu. Tawarkanlah bantuan kamu untuk membantunya memandu.
Tidaklah si dia rasa seperti pemandu..
19 Berikan nama gelaran yang mesra tetapi hanya kamu berdua sahaja yang mengetahuinya.
20. Apabila berlaku perkara-perkara yang memalukan pada dirinya, berpura-puralah yang kamu tidak mengetahuinya.
cerita lucu

Cerita lucu 1 - kena tilang
Seorang pegawai terlambat pergi ke kantor, ia tergesa-gesa dengan motornya. Sialnya ditengah jalan terjadi razia dadakan oleh polisi. Prriiittt.., motornya dihentikan oleh polisi. "Mana surat-suratnya!", kata polisi. Sialnya ternyata si pengendara motor itu nggak bawa SIM. "Kamu saya tilang!", seru polisi. "wah, jangan pak, damai saja ya pak..", kata si pengendara sambil memberi uang 20 ribuan. "Ya sudah, kamu pulang lagi, ambil dulu surat kelengkapan yang kurang!". Si pengendara akhirnya pulang untuk mengambil SIM dan kembali berangkat ke kantor untuk bekerja. Priiitttt.., si pengendara diberhentikan polisi lagi. "Ada apa lagi sih pak?", kata si pengendara. "Anda tidak pakai helm!", kata polisi. Sial banget, gara-gara pulang mengambil SIM malah kelupaan helm, akhirnya si pengendara pulang mengambil helmnya setelah terkuras 20 ribu lagi. Di tengah jalan saat kembali ke kantor, priiittttt!, "Nih.. surat-surat lengkap, helm udah bawa, serakah amat, ada apa lagi sih pak?", kata pengendara. "Surat lengkap, helm sudah dipakai.. sekarang motornya mana!!???", seru polisi.CERITA LUCU 1
3 Orang tengah terdiam menikmati kehangatan sauna, yaitu orang dari Amerika, Jepang dan Indonesia. Keheningan didalam ruangan sauna dipecahkan oleh bunyi, ..bip,...bip,....bip... Orang Amerika membuka telapak tangan kirinya, dan membaca tulisan yang tertulis ditelapak tangannya itu. Dua rekan se 'sauna' nya dengan kagum melihat tulisan yang muncul ditelapak tangan orang Amerika tersebut."Oh, telapak tangan saya telah ditanamkan chips, saya dapat langsung menerima pesan SMS tanpa alat , SMS nya langung tampil ditelapak tangan saya,..." ujar si Amerika ketika melihat kedua rekannya bengong.Sesaat kemudian terdengar dering telepon, orang Jepang mengangkat tangan kanannya, jempol didekatkan ke telinga sedangkan jari kelingking kebibirnya, "Oh maaf, saya terima telepon dulu, tangan saya sudah berisi chips, saya dapat menerima dan berbicara melalui 2 jari saya tanpa menggunakan HP" kata si Jepang.Melihat semua itu, orang Indonesia mulai gugup, Apa yang bisa saya tunjukkan untuk mengalahkan orang orang ini? pikirnya. Karena stress, keinginannya untuk buang air besar tidak tertahankan lagi.Usai buang air, dia kembali lagi ke ruang sauna, tetapi karena tidak biasa membasuh bokongnya dengan kertas toilet, seuntai kertas toilet masih berjuntai di belahan bokongnya.Dengan keheranan orang Jepang dan orang Amerika menunjuk ke untaian kertas 'sisa' tsb dan berkata: "Kertas apa itu yang tergantung dibokong anda...?""Oh maaf, saya baru terima Fax.." jawab orang Indonesia tersebut.
Berjalan 22 Mil Sambil Tertidur
Berjalan 22 Mil Sambil Tertidur
Berita Aneh
- Seorang pria berjalan dari rumahnya di kota Fan Zhuang (Henan -
China) menuju kota Bo Bi pada malam 2 November lalu sambil tertidur. Dia
berjalan hampir 22 mil. Foto Unik Desain Toilet Terbalik
























